Jumat, 12 Agustus 2011

Rela terhadap semua keputusan ALLAH

Ibnu Umar ra berkata, “Ketika Nabi saw sedang duduk di samping Abu Bakar ra yang memakai pakaian berlobang di dadanya, Jibril datang dan menyampaikan salam dari ALLAH kepada Nabi saw. Kemudian Jibril bertanya kepada Beliau, “Ya Roosulullah, apakah sebabnya Abu Bakar berpakaian yang berlobang di dadanya?” Jawab Nabi saw, “Hai Jibril, Abu Bakar telah menghabiskan hartanya untukku sebelum penakhlukan kota Mekkah”
Tanya Jibril, “Sampaikan salam ALLAH baginya dan tanyakan apakah dia rela ataukah dia marah dengan keadaan fakir seperti ini?”
Kemudian Nabi saw menoleh kepada Abu Bakar dan berkata, “Hai Abu Bakar, Jibril datang menyampaikan salam ALLAH padamu dan dia bertanya apakah kamu rela ataukah kamu tidak rela terhadap kefakiranmu ini?”
Kemudian Abu Bakar menangis mendengar pertanyaan yang sedemikian itu sambil berkata, “Apakah aku tidak rela kepada putusan ALLAH” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)

Rela menderita penyakit agar diampuni ALLAH

Nabi Muhammad saw bersabda, “Setiap musibah yang menimpa diri seorang mukmin akan menghapuskan segala macam dosanya (jika bersabar)”
Ubay bin Kaab ra bertanya, “Ya Rosulullah bagaimanakah pandanganmu terhadap penyakit yang menimpa diriku ini?”
Jawab Nabi saw, “Penyakit itu akan menghapuskan segala dosamu”.
Tanya Ubay, “Walaupun sakit kecil?”
Jawab Nabi saw, “walaupun hanya terkena duri ataupun lebih”.
Kemudian Ubay berdoa, “Ya ALLAH, janganlah Engkau hilangkan penyakit panas dari badanku sampai aku wafat, dan jangan Engkau halangi aku dari sholat, puasa, haji, umroh dan dari jihad dengan penyakit panas ini”.
Doa Ubay terkabul sehingga Ubay selalu sakit panas sampai matinya sedangkan dia tiodak pernah meninggalkan shalat, puasa, haji, umroh dan jihad” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)



Menutup telinga ketika mendengar musik

Nafi meriwayatkan, “Aku bepergian bersama Abdullah bin Umar ra. Tiba-tiba dia mendengar seruling gembala dan langsung menutup telinganya dengan jemari, kemudian menyingkir dari jalan.  Tidak henti-hentinya dia bertanya, “Nafi, apakah kamu mendengar (suara seruling itu)?”. Aku menjawab, “Tidak”. Lalu dia melepas jemarinya dari telinga, kemudian keluar menuju jalan tersebut sambil berkata, “Demikianlah aku melihat Rosulullah saw melakukannya” (HR Abu Dawud)

Keadaan lapar adalah lebih baik

Ibnu Mas’ud berkata, “Pernah ketika Nabi saw melihat pada wajah para sahabat yang sedang menanggung lapar, beliau bersabda, “Bergembiralah kamu sekalian karena pada suatu waktu kelak setiap orang dari kamu dapat makan sebaki makanan dan akan ditambah lagi sebanyak itu”.
Jawab para sahabat, “Ya Rosulullah, kalau begiotu kami pada waktu itu akan lebih keadaannya dari sekarang”.
Jawab Nabi saw, “Bahkan kamu sekarang (kelaparan) adalah lebih baik daripada waktu yang akan datang (kaya)” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)

Besarnya Pahala Taat Kepada Suami



Nabi Muhammad saw bersabda, “Taat pada suami dan menjalankan perintah suami dapat menyamai pahala jihad fisabilillah, namun banyak dari kaum wanita yang tidak mau taat kepada suaminya” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)