Rosulullah saw bersabda, "Sesungguhnya bani israel telah terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, semuanya dineraka kecuali satu. Kemudian sepeninggal Isa putra Maryam, mereka telah terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, semua di neraka kecuali satu. Dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya dineraka kecuali satu". Para sahabat bertanya, "Siapakah yg satu itu?". Beliau bersabda, "Orang-orang yang mengikuti jejakku dan jejak para sahabatku".
Golongan yg satu adalah Ahlus-Sunnah, sedangkan 72 golongan yg lain adalah para ahli bid'ah (yang mungkar). Ke tujuh puluh dua golongan tsb adalah :
KHAWARIJ
Mereka adalah golongan yg memusuhi Ali bin Abi Thalib ra. Tidak beriman kepada siksa kubur, telaga Nabi, dan Syafaat Nabi saw. Mereka tidak menganggap jamaah kecuali dibelakang imam mereka. Khawarij terpecah menjadi 15 golongan. Ada yg memperbolehkan membunuh anak2 kaum musrikin. mengharamkan rajam. ada yg menganggap surat Yusuf tidak termasuk Al-Quran dll
SYI'AH
Dikatakan syiah karena terlalu mengkhultuskan ALI melebihi para sahabat lainnya, dan tidak mengakui kepemimpinan Abu Bakar dan Umar. Syiah pecah menjadi 32 golongan. Ada yg mengatakan bahwa Ali memiliki sifat-sifat ketuhanan dan kenabian yg luar biasa, ada yg menganggap ALLAH tidak mengetahui sesuatu yg akan terjadi sebelum peristiwa itu terjadi, ada yg menganggap ALLAH berbentuk seperti manusia, ada yg menganggap ALLAH itu nur yg berbentuk seorang lelaki, ada yg menganggap jibril salah mengharntarkan wahyu, seharusnya ke Ali, ada yg menganggap surga neraka tidak ada, ada yg menganggap para imam adalah nabi-nabi yg terpercaya dll
MURJI'AH
Terpecah menjadi 12 aliran. mereka menganggap orang yg mengucapkan Laillahaillallah, setelah melakukan segala jenis kemaksiatan, maka tidak akan masuk neraka, ada yg mengingkari timbangan amal dan siksa kubur, mereka menganggap iman adalah ucapan saja tanpa perbuatan, dan iman mereka, malaikat, iman nabi, semuanya sama tidak bertambah dan berkurang, dll
MU'TAZILLAH dan QADARIYAH
Terpecah menjadi 6 golongan. Mereka orang2 yg menolak apa yg disepakati kaum muslimin, mereka menganggap orang yg berdosa besar bukanlah orang kafir dan bukanlah orang mukmin, mereka menafikan semua sifat ALLAH SWT. menurut mereka ALLAH tidak memiliki sifat ilmu, qudrah, hasyah, sama', bashar. tidak percaya azab kubur dan mizan (timbangan). menolak syafaat Nabi saw bagi orang2 yg melakukan dosa besar, ada yg menganggap ALLAH tidak menciptakan warna, rasa, bau, mati, dan hidup, semuanya itu perbuatan jisim yg terjadi dg sendirinya dll
MUSYABBIHAN
Pecah menjadi tiga. Mereka menganggap ALLAH itu jisim. Dia menyerupai bentuk manusia yg memiliki daging, darah, kepala, lidah , leher.
JAMHIYAH
Mereka menolak bahwa ALLAH mengetahui sesuatu yg belum ada. Surga dan neraka itu akan fana. Menafikan sifat-sifat ALLAH.
DHARARIYAH
Dia mengatakan bahwa jisim adalah susunan beberapa unsur, bisa jadi unsur2 itu berubah menjadi jisim
NAJARIYAH
mereka menafikan sifat-sifat ALLAH dan menganggap AL-Quran adalah makhluk
KILABIYAH
mereka mengatakan bahwa sifat-sifat ALLAH itu tidak qadim dan tidak hadits (baru)
Golongan AS-SALAMIYAH
mereka berpendapat bahwa pada hari kiamat ALLAH SWT akan terlihat dalam bentuk manusia seperti umat Muhammad dll
(al-Ghunyah, Syaikh ABdul Qadir Jailani, 2010)
Tampilkan postingan dengan label bid'ah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bid'ah. Tampilkan semua postingan
Jumat, 04 Februari 2011
Pendapat Imam Syafi'i terhadap bid'ah
riwayat abu nu'im,imam syafi'i pernah berkata:
"Bid'ah itu ada 2 macam,satu bid'ah terpuji dan yg lain bid'ah tercela. Bid'ah terpuji ialah (pekerjaan keagamaan yg tdk dikenal pd zaman rasulalloh) yang sesuai dgn sunnah, sdangkan bid'ah yg tercela ialah(pekerjaan keagamaan yg tdk dikenal pd zaman rasulalloh)yang tidak s...esuai dgn sunnah atau menentang sunnah"
[fathul bari juz 17 hlm 10]
"Bid'ah itu ada 2 macam,satu bid'ah terpuji dan yg lain bid'ah tercela. Bid'ah terpuji ialah (pekerjaan keagamaan yg tdk dikenal pd zaman rasulalloh) yang sesuai dgn sunnah, sdangkan bid'ah yg tercela ialah(pekerjaan keagamaan yg tdk dikenal pd zaman rasulalloh)yang tidak s...esuai dgn sunnah atau menentang sunnah"
[fathul bari juz 17 hlm 10]
Pendapat Imam Syafi'i terhadap bid'ah
riwayat abu nu'im,imam syafi'i pernah berkata:
"Bid'ah itu ada 2 macam,satu bid'ah terpuji dan yg lain bid'ah tercela. Bid'ah terpuji ialah (pekerjaan keagamaan yg tdk dikenal pd zaman rasulalloh) yang sesuai dgn sunnah, sdangkan bid'ah yg tercela ialah(pekerjaan keagamaan yg tdk dikenal pd zaman rasulalloh)yang tidak sesuai dgn sunnah atau menentang sunnah"
[fathul bari juz 17 hlm 10]
"Bid'ah itu ada 2 macam,satu bid'ah terpuji dan yg lain bid'ah tercela. Bid'ah terpuji ialah (pekerjaan keagamaan yg tdk dikenal pd zaman rasulalloh) yang sesuai dgn sunnah, sdangkan bid'ah yg tercela ialah(pekerjaan keagamaan yg tdk dikenal pd zaman rasulalloh)yang tidak sesuai dgn sunnah atau menentang sunnah"
[fathul bari juz 17 hlm 10]
Penyusunan Mushaf Al-Quran
Umar bin Khattab memaksa Abu Bakar untuk menyusun mushaf, tetapi Abu Bakar menolak bahwa hal tersebut tidak diperintahkan Nabi saw dan termasuk bid'ah. Setelah perdebatan dan melihat kemaslahatan, akhirnya ABu Bakar setuju. Kemudian menyuruh Zaid bin Tsabit ra. Zaid pun menolak karena takut bid'ah, setelah berdebat akh...irnya zaid pun setuju. Alhamdulillah kesucian AL-Quran terjaga berkat inovasi (bid'ah) mereka.
Bid'ah yg baik dan yang mungkar
Rosulullah saw bersabda, "Siapa yang menggagas didalam islam suatu inovasi yang baik, kemudian gagasan itu diamalkan oleh (orang2 yg datang) sesudahnya, maka bagi penggagas dicatat pahala yg sebanding dengan pahala orang-orang yg mengamalkannya, tidak berkurang sedikit pun dari pahala mereka. Dan barang siapa didalam islam menggagas suatu inovasi yang buruk, kemudian gagasan yg buruk itu diamalkan oleh (orang2 yg datang) sesudahnya, maka bagi penggagas dicatat dosa yg sebanding dg dosa orang-orang yg mengamalkannya, tidak berkurang sedikit pun dari dosa mereka" (HR Muslim)
contoh inovasi yg baik : penyusunan mushaf Al-Quran (Abu Bakar ra), sholat taraweh berjamaah 20 rakaat (Umar bin Khattab), berdzikir dg tasbih (sahabat ra), majlis dzikir/dzikir berjamaah (sahabat ra), doa qunut (imam Syafii), tahlilan (Walisongo) dll
contoh inovasi yg baik : penyusunan mushaf Al-Quran (Abu Bakar ra), sholat taraweh berjamaah 20 rakaat (Umar bin Khattab), berdzikir dg tasbih (sahabat ra), majlis dzikir/dzikir berjamaah (sahabat ra), doa qunut (imam Syafii), tahlilan (Walisongo) dll
Langganan:
Postingan (Atom)