Tampilkan postingan dengan label ujian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ujian. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2011

Cengkeraman dunia pada manusia

Abu Bakar Ash-Shiddiq ra berkata, “Pada suatu hari ketika aku bersama Rosulullah saw, maka beliau menggerakkan tangannya seolah-olah menolak sesuatu, sedangkan aku tidak melihat sesuatu apa pun di depan beliau. Tanyaku, “Wahai Rosulullah saw, mengapa engkau menggerakkan tanganmu seolah-olah menolak sesuatu, padahal aku tidak melihat sesuatu apa pun dihadapanmu?”. Beliau saw bersabda, “Diperlihatkan kepadaku seolah-olah dunia hendak mendatangi aku, maka kataku, “Pergilah kamu dari aku, sebab aku tidak senang denganmu”. Kata Dunia, “Ketahuilah bahwa kamu tidak akan mendapatkan aku lagi. Demi ALLAH jika kamu dapat terlepas dari cengkeramanku, maka aku tidak akan melepaskan cengkeramanku terhadap terhadap orang-orang yang dating sepeninggalmu” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)

Rabu, 30 Maret 2011

Balasan ALLAH kepada raja zalim dan raja adil

Sebuah hadist qudsi barangkali baik untuk perenungan kita tentang kebahagiaan dan kesengsaraan. DUlu ada seorang raja yang sepanjang hidupnya hanya berbuat maksiat dan zalim. Kemudian dia jatuh sakit. Para tabib meminta raja agar mengucapkan selamat berpisah saja sebab dia tidak bisa diosembuhkan kecuali dengan sejenis ikan. Saat itu bukan musimnya ikan tersebut muncul. ALLAH mendengar itu, memerintahkan para malaikat untuk menggiring ikan-ikan agar muncul di permukaan. Raja akhirnya dapat memakan ikan itu. Dia sembuh.

Pada saat lain di negeri lain, ada seorang raja yang adil, saleh, jatuh sakit. Para tabib menyatakan hal yang sama, bahwa obatnya adalah ikan yang ada di perairan tertentu. Tapi, jangan kawatir, ujar tabib, saat ini adalah saat ikan itu bermunculan di permukaan. Jadi, dengan mudah akan didapatkan obat bagi sakitnya sang raja. Saat itu ALLAH memerintahkan  para malaikat untuk menggiring ikan-ikan itu di tempat tersembunyi. Tentu saja, raja yang shaleh dan adil itu menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Konon di alam malaikat, para malaikat kebingungan. Mengapa doa raja yang shaleh tidak dipenuhi sementara dooa raja yang zalim dipenuhi? Kemudian ALLAH berfirman, "Walaupun raja itu zalim, dia pernah berbuat baik. Demi kasih sayang-KU, aku berikan balasan pahala amal baiknya. Sebelum meninggal dunia, masih ada amal baiknya yang belum aku balas. Maka aku segerakan membalasnya, supaya dia datang kepada-KU hanya dengan membawa dosa-dosanya. Demikian juga dengan raja yang shaleh. Walaupun dia banyak berbuat baik, dia pernah berbuat buruk. Aku balas semua keburukannya dengan musibah. Menjelang kematiannya, masih ada dosanya yang belum KUbalas. Maka, AKU tolak doanya untuk mendapatkan kesembuhan, supaya dia datang kepada-KU, dia hanya membawa amal salehnya". (La Tahzan for Teens, 2008)

nb : beruntunglah orang-orang yg mendapat musibah, jika bersabar maka dosa-dosanya akan digugurkan

Minggu, 13 Maret 2011

Berhati-hatilah dengan : marah, kikir, dan wanita

Diriwayatkan bahwa iblis melihat Musa as dan berkata, “Musa, aku akan mengajarimu tiga perkara dan engkau mohonkan kepada ALLAH SWT satu keperluan untukku”
Musa bertanya, “Apakah ke tiga perkara itu?”
Iblis menjawab, “Musa, waspadalah engkau dari rasa marah, sesungguhnya kemarahan adalah seringan-ringannya kepala, dan aku akan mempermainkan sebagaimana anak-anak kecil memainkan bola. Waspadalah engkau terhadap sifat kikir, sesungguhnya aku akan menghancurkan orang kikir, baik dunianya maupun agamanya. Waspadalah terhadap wanita, sesungguhnya aku tidak pernah mengambil sekutu yang begitu aku percayai dari kalangan makhluk kecuali wanita” (Al-Ghazali)

Selasa, 01 Maret 2011

Kebahagiaan hanya ada di surga

Adalah salah besar, bila engkau berpikir bahwa hidup ini harus memberimu kebaikan seratus persen. Itu hanya akan terwujud di surga nanti. Di dunia ini, segala sesuatu bersifat nisbi, tidak semua yang engkau inginkan dapat menjadi kenyataan. Bahkan apa yang disebut dengan musibah, ujian, dan cobaan itu pasti akan datang menerpa kepada siapa saja dan dimana saja.

Jangan mengkhayal, bahwa dalam hidup ini engkau akan sehat tanpa pernah sakit, selalu kaya dan tidak pernah miskin, mendapatkan suami yang tanpa cela dan teman tanpa aib, semua ini mustahil terjadi.

Maka bersyukurlah engkau tatkala mendapat kesenangan, dan bersabarlah ketika tertimpa musibah. (Menjadi Waniota Paling Bahagia, 2007)

Kamis, 24 Februari 2011

Sesungguhnya musibah adalah kebaikan

Rosulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki oleh ALLAH mendapat kebaikan, akan diuji oleh-NYA dengan suatu musibah” (al-Bukhari)

Sesungguhnya besarnya pahala tergantung besarnya bala’ (musibah). Sesungguhnya ALLAH SWT apabila menyukai suatu kaum, DIA akan menguji mereka dengan suatu bala’. Barangsiapa yg rela menerimanya, maka dia mendapat keriodhaan ALLAH, dan barang siapa yg tidak rela, maka dia akan mendapat kemurkaan ALLAH (at Tirmidzi)

Sabtu, 05 Februari 2011

Dibalik cobaan dan ujian ALLAH

Semua ujian dan cobaan yang menimpa pada manusia itu karena :

- Disebabkan kedurhakaan terhadap ALLAH oleh manusia itu sendiri sebagai balasan untuk menghapuskan dosa kedurhakaannya itu agar manusia menjadi sadar atas kedurhakaannya

- Takdir ALLAH sendiri untuk menguji hamba-NYA dan kelak di akhirat akan diganti dengan rahmat dan keridhaan-NYA, kalau yang diuji itu bersabar dan tawakal kepada ALLAH

Apabila seseoorang menghadapi cobaan dan penderitaan itu dengan ridha, ikhlas dan mencari jalan keluar dengan cara yg sebaik-baiknya, tidak mengeluh, tidak mengaduh apalagi merintih, maka ALLAH Ta'ala pasti akan memudahkan baginya urusan hisabnya. ALLAH akan menyegerakan pahalanya, memberkati kehidupannya sehingga timbangan amalnya tidak berat dengan kejahatan, tetapi akan berat dengan ketaatan dan pahala. Jadi apabila manusia itu menghadapi ujian dengan sabar, maka ia termasuk lulus dari ujian tersebut. Dan apabila menghadapi ujian dengan tidak sabar, maka tergolong putus asa dan itu bukan karakter seorang muslim. (Pembersihan jiwa, 2001)

Minggu, 16 Januari 2011

Ujian para ahli sufi

Para ahli sufi dihadang oleh berbagai ujian, musibah, penderitaan, kesusahan, kehausan, kelaparan, dan kehinaan. Namun mereka bersabar, tidak mempedulikan semua itu dan tidak mundur sedikit pun, mereka teguh dan tidak berubah. Mereka tetap meneruskan langkahnya sehingga terbukti bahwa hatinya senantiasa bersama dengan al-Haq Azza wa Jalla (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

Muslim akan terus menerima ujian

UJIAN AKAN TERUS MENIMPA MUSLIM SAMPAI DIA MATI

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Al 'Ankabuut 2)

Dibalik sebuah ujian

UJIAN UTK MENGETAHUI SIAPA YG BENAR2 CINTA KEPADA ALLAH dan SIAPA YG PENDUSTA

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. (Muhammad 31)

Sabtu, 15 Januari 2011

Bencana ditimpakan agar kamu segera bertobat

Wahai anak muda, segeralah bertaubat.
Tidakkah engkau perhatikan bahwa ALLAH swt memberikan bencana kepadamu agar engkau bertaubat, tetapi engkau tidak sadar dan tetap dalam kemaksiatan?
Pada zaman ini, tidak ada yg selamat dari itu kecuali sedikit. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

Rabu, 12 Januari 2011

Ridho dan bersabar terhadap ujian

Berjalannya siang dan malam tidak dapat engkau hentikan. Menerima ataupun tidak, malam akan datang dan siang akan berlalu, demikian seterusnya. Keduanya berada dalam ketentuan dan takdir ALLAH SWT. Apabila malam kefakiran menjelang maka tinggalkanlah siang kekayaan. Apabila sakit datang, hadapilah ia, dan tinggalkan sehat. Apabila malam yg kamu benci menghampiri, terimalah ia dan tinggalkan siang yg engkau sukai. Sambutlah semuanya dengan hati yg lapang. Jangan menolak takdir-NYA walau sedikitpun hal itu akan menjadikan engkau binasa, menghilangkan keimanan sehingga hatimu akan kotor, dan nuranimu akan mati.

ALLAH SWT berfirman dalam hadist qudsi, "Akulah ALLAH, yang tidak ada Tuhan selain AKU. Barangsiapa yg pasrah dengan ketentuan-KU, bersabar atas ujian-KU dan bersyukur atas nikmat-KU maka AKU menetapkannya sebagai hamba yg benar. Barangsiapa yg tidak pasrah atas ketetapan-KU, tidak bersabar atas ujian-KU dan tidak bersyukur atas nikmat-KU, maka hendaklah ia mencari tuhan selain AKU". (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

Muslim akan terus ditimpa musibah sampai dosa2nya habis

SEORANG MUSLIM AKAN TERUS DITIMPA MUSIBAH SAMPAI DOSA2NYA HABIS

Rosulullah bersabda, "Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba-Nya, Dia menyegerakan hukuman untuknya didunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan Dia menahan darinya (hukuman) karena dosanya hingga Dia menunaikannya pada hari kiamat" (HR At-Tirmidzi)

Selasa, 11 Januari 2011

Musibah adalah kebaikan, jadi bersabarlah

Rosulullah saw brsabda, "Barangsiapa yg dikehendaki baik oleh Allah, maka Dia akan menimpakan (musibah) kepadanya" (HR Bukhari)

Musibah adalah kebaikan, jadi bersabarlah

Rosulullah saw brsabda, "Barangsiapa yg dikehendaki baik oleh Allah, maka Dia akan menimpakan (musibah) kepadanya" (HR Bukhari)

Selasa, 04 Januari 2011

Ujian para Wali ALLAH

Syaikh Abdul Qadir Jailani berkata, "Pernah, karena kehabisan uang aku berhari-hari tidak makan. AKu sampai mencari-cari makanan sisa untuk aku makan. Suatu hari dengan perut kelaparan aku pergi ke tepi sungai dengan harapan mendapatkan daun kol atau makan lain yang sudah dibuang. Sesampainya disana, aku melihat orang lain telah mendahuluiku mencari sisa-sisa makanan. Aku mundur karena merasa tidak pantas mengganggu mereka. Dan setiap aku tiba ditempat orang biasa membuang makanan mereka, aku pun menemukan orang lain telah mendahului diriku. Akhirnya dengan tubuh sudah sangat lemas aku pergi ke sebuah masjid di pasar rihaniyin dan duduk bersandar didindingnya, pasrah menghadapi maut.

Sekoyong-konyong masuk seorang asing dengan roti dan sepotong daging lalu mulai makan. Hampir setiap kali orang tersebut mengangkat tangannya ke mulut, tanpa sadar mulutku terbuka. Sampai akhirnya aku berkata kepada diriku, "apa ini, tidak ada tempat disini (dalam hati) kecuali ALLAH". Tiba-tiba orang asing tersebut melihat diriku dan menawarkan makanan itu, namun aku menolaknya. Dan aku baru menerima tawarannya dan memakan sepotong roti setelah ia bersumpah akan berkeras menawarkan makanan tersebut kepadaku. (Dan ternyata orang asing ini membawa 8 dinar titipan ibu beliau untuk diberikan kepada Syaikh)". (Mahkota para aulia, 2005)


nb : Syaikh pada awalnya menolak pemberian makanan orang asing ini karena beliau sebelumnya tanpa sengaja membuka mulut (menginginkan makanan/dunia), padahal didalam hati seorang Wali tidak diperbolehkan ada hal lain selain ALLAH.

Ujian para Wali adalah kelaparan

Syaikh Abdul Qadir Jailani berkata, "Pernah selama 20 hari aku tidak makan dan tidak menemukan sesuatu yang dapat dimakan. Pada hari ke-20 aku pun pergi ke iwaan kisra untuk mendapatkan pembagian makanan. Setibanya disana aku mendapatkan 70 orang Wali ALLAH yang sedang menunggu pembagian. Dalam hati aku berkata, "Tidak pantas aku mengganggu mereka". Aku pun kembali ke bagdad. Disana seseorang dari daerahku mendatangiku dan memberikan sepotong emas kepadaku seraya berkata, "Ini kiriman dari ibumu". Setelah aku potong untuk diriku, aku bergegas membawa sisa emas tersebut ke tempat tadi dan membagikannya kepada 70 orang tersebut. Ketika mereka bertanya, aku menjawab, "Aku mendapat ini dari ibuku dan aku tidak melihat bahwa aku berhak mengkhususkan pemberian tersebut untuk diriku sendiri". Kemudian aku kembali ke baghdad, membeli makanan dari potongan milikku lalu memanggil para fakir miskin dan makan bersama mereka". (Mahkota Para Aulia, 2005)

Jangan berlari dari pintu ALLAH karena ujian yg menimpa

Jangan sampai keinginanmu hanya makan, minum, berpakaian, cari pasangan, dan mengumpulkan harta saja. Beribadahlah, cari pintu-NYA, jangan berlari dari pintu ALLAH SWT karena ujian yg menimpa. Karena sesungguhnya DIA akan memberikan ujian padamu dg bencana, kesulitan, penyakit, dan kelaparan. Semua itu agar engkau mencari-NYA dan tidak meninggalkan pintu-NYA. (Syaikh ABdul Qadir Jailani)

Jangan mengumpat saat ditimpa musibah

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" [Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali].  Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al Baqarah 156-157)

ingin lebih menderita lagi

Rosulullah saw apabila mengimami shalat, beberapa org jatuh tersungkur dlm shalatnya krn kelaparan -mrka adlh ahli suffah (tdk punya keluarga dan tinggal di emperan masjid)- hingga org badui berkata: "Mrka adlah orang2 gila". Apabila Rosulullah saw selesai shalat  beliau mendatangi mereka, lalu bersabda, "Seandainya kamu mengetahui pahalamu disisi Allah pasti kamu ingin lebih miskin dan lebih lapar lagi"(HR Tirmidzi)

Sabtu, 01 Januari 2011

Hartamu hanyalah ujian

HARTAMU HANYALAH UJIAN, YANG ADA DISISI ALLAH LEBIH KEKAL

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. (At Taghaabun 15)