Tampilkan postingan dengan label zuhud dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zuhud dunia. Tampilkan semua postingan
Senin, 30 Mei 2011
Takut tidak bertemu Nabi saw kelak karena banyak harta
Ketika Muawiyah ra mengunjungi Abu Hasim bin Utbah yang sedang sakit, maka didapatkan ia menangis. Kata Muawiyah, “Wahai paman, apa yg menyebabkan kamu menangis, apakah kamu sakit ataukah kamu takut meninggalkan dunia?”. Jawab Abu Hasim, “Tidak, aku tidak sakit dan aku tidak takut untuk meninggalkan dunia, tetapi kami pernah diperintah Rosulullah saw, namun kami tidak dapat melaksanakannya”. Tanya Muawiyah, “Apa yg diperintahkan Rosulullah saw kepada kalian?”. Jawab Abu Hasyim, “Aku pernah mendengar Rosulullah saw bersabda, “Sebaik-baik harta yang kamu miliki adalah seorang pembantu dan sebuah kendaraan yang dapat dipakai berjuang fisabilillah, sedangkan aku telah mengumpulkan kekayaan sebanyak ini, karena itu aku takut bila aku tak akan bertemu dengan Rosulullah saw di akhirat kelak” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)
Menangis karena banyak harta
Ketika Salman ra sakit, maka Sa’ad ibnu Abi Waqas ra mengunjunginya. Disaat itu dilihat salman sedang menangis. Tanya Sa’ad, “Wahai saudaraku, mengapa engkau menangis, bukankah engkau telah menjadi sahabat Rosulullah saw. Bukankah engkau akan menemui beliau di tepi telaga Kautsar dan bukankah engkau termasuk orang yang diridhai oleh beliau ketika beliau wafat?”. Jawab Salman, “Bukannya aku menangis disebabkan aku takut kematian, akan tetapi Rosulullah saw telah menyuruh kami sesuatu, namun aku tidak dapat melaksanakannya. Karena itu aku takut akan hal itu”. Tanya Sa’ad, “Apa yg disuruh oleh Rosulullah saw sedangkan kamu tidak dapat melaksanakannya?”. Jawab Salman, “Bukankah Rosulullah saw telah bersabda, “Sebaik-baik harta yang kamu miliki adalah sebanyak perbekalan seseorang yang hendak bepergian”. Sedangkan aku kini memiliki harta yang berlimpah ruah, karena itu aku merasa berdosa kepada beliau” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)
Sehari lapar sehari kenyang
Nabi saw bersabda, “Pernah aku ditawari oleh Tuhanku emas sepenuh lembah Bathhaa’ (di mekah) tapi aku tolak dan aku hanya minta diberi kenyang sehari, lapar sehari agar aku dapat merendah diri kepada ALLAH dan ingat kepada-NYA jika aku sedang lapar, dan agar aku dapat bersyukur dan memuji-NYA jika aku sudah kenyang” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)
Murung karena terlalu banyak harta
Sa’daa ra (istri Thalhah ra) berkata, “Pada suatu hari aku dapatkan Thalhah ra terlihat amat murung. Tanyaku, “Apa yg menyebabkan anda menjadi seorang pemurung, mungkin kamu terlalu memikirkan kami?”. Jawab Thalhah, “Tidak, akan tetapi aku mendapatkan uang terlalu banyak sehingga aku tidak tahu hendak aku kemanakan uang ini”. Kataku, “Mengapa kamu terlalu bingung dalam menghadapi hal itu, panggilkan kaummu kemudian bagikan kepada mereka harta yg menyebabkan kamu bingung”. Kata Thalhah ra, “Panggilkan seluruh kaumku untuk aku bagikan kepada mereka semua harta yang aku miliki”. Tanyaku pada si penjaga gudang, “Berapa jumlah harta yg dibagikan pada waktu itu”. Kata si penjaga gudang, “Jumlah harta yg dibagikan pada waktu itu ada empat ratus ribu dirham” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)
Senin, 23 Mei 2011
Jangan Terlena dg Dunia
Rosulullah saw bersabda, "Hiduplah engkau didunia seperti orang yg asing, atau laksana orang yg sekadar lewat " (HR Bukhari)
Dunia yg fana ini hendaknya jangan membuat kita terlena. Perlakukanlah seolah kita orang asing yang singgah atau sekadar rekreasi sementara waktu karena rumah yg sesungguhnya adalah di akhirat. Oleh karena itu, ketika kita menemukan banyak sekali barang dan fasilitas dunia yg menggiurkan, ambillah sekadar yg kita perlukan untuk bekal perjalanan kita menuju akhirat (Kaya dan Bahagia dg Syukur, 2010)
Dunia yg fana ini hendaknya jangan membuat kita terlena. Perlakukanlah seolah kita orang asing yang singgah atau sekadar rekreasi sementara waktu karena rumah yg sesungguhnya adalah di akhirat. Oleh karena itu, ketika kita menemukan banyak sekali barang dan fasilitas dunia yg menggiurkan, ambillah sekadar yg kita perlukan untuk bekal perjalanan kita menuju akhirat (Kaya dan Bahagia dg Syukur, 2010)
Rabu, 30 Maret 2011
Harta adalah siksaan ALLAH
Banyaknya Harta dan Anak Orang Kafir adalah siksaan ALLAH
Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir (At Taubah 55)
Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir (At Taubah 55)
Minggu, 16 Januari 2011
Utamakanlah kepentingan akhirat daripada dunia
Wahai muritku, utamakanlah kepentingan akhirat daripada kepentingan dunia, niscaya engkau akan mendapat keuntungan keduanya. Apabila engkau lebih mengutamakan dunia dari akhirat, maka engkau akan mengalami kerugian baik didunia maupun diakhirat, sekaligus menjadi siksa bagimu.
Bagaimana bisa engkau menyibukkan diri dengan sesuatu yang tidak diperintahkan? Jika engkau tidak sibuk dengan urusan dunia, niscaya ALLAH akan memberikan pertolongan-NYA, menganugerahkan taufik kepadamu dan juga waktu sehingga engkau dapat mengambilnya (dunia itu) begitu saja. Dan ketika engkau mengambil sesuatu darinya, maka ALLAH SWT akan meletakkan keberkahan padanya. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)
Bagaimana bisa engkau menyibukkan diri dengan sesuatu yang tidak diperintahkan? Jika engkau tidak sibuk dengan urusan dunia, niscaya ALLAH akan memberikan pertolongan-NYA, menganugerahkan taufik kepadamu dan juga waktu sehingga engkau dapat mengambilnya (dunia itu) begitu saja. Dan ketika engkau mengambil sesuatu darinya, maka ALLAH SWT akan meletakkan keberkahan padanya. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)
tinggalkan dunia dari hatimu
Wahai manusia, yang menjadikan engkau tidak mengenal ALLAH SWT dan para waliullah adalah rasa cinta dan sikap rakus terhadap dunia. Ingatlah kepada akhirat dan tinggalkanlah dunia (dari hatimu). (Syaikh ABdul Qadir Jailani)
Selasa, 04 Januari 2011
Jahanam bagi yg menghendaki duniawi
JAHANAM BAGI YG MENGHENDAKI DUNIAWI
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (Al Israa' 18)
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (Al Israa' 18)
Minggu, 02 Januari 2011
Kosongkan hatimu dari ambisi dunia
Kosongkan hatimu dari ambisi dunia, sesungguhnya dalam waktu dekat engkau akan meninggalkannya. Jangan mencari kesenangan hidup didunia, sebab itu tidak akan menolongmu. Nabi Muhammad saw bersabda, "Kehidupan (yang sebenarnya) adalah kehidupan akhirat". (Syaikh Abdul Qadir Jailani)
Lebih mencintai dunia
Barangsiapa yg lebih mencintai dunia, diiringi dg kerakusan, lupa pd kematian, lupa bahwa ia akan bertemu Tuhannya dan tdk lagi membedakan halal dan haram, maka sesungguhnya dia sama dg orang2 kafir yg mengatakan, "Kehidupan ini tdk lain hanyalah hidup di dunia aja, kita mati dan hidup dan tdk ada yg membinasakan kita kecuali masa" (al-Jatsia 24). (Syaih Abdul Qadir Jailani)
Jumat, 31 Desember 2010
Ga perlu memandang orang kaya, surga lebih kekal
Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. (Thaahaa 131)
Dunia hina bagai bangkai
Rosulullah saw berjalan melewati pasar sementara orang2 berjalan dikanan kiri Beliau. Beliau melewati seekor anak kambing yg telinganya kecil dan sudah menjadi bangkai. Beliau lalu mengangkatnya dan memegang telinganya kemudian bersabda, "Siapa diantara kalian yang mau membeli ini dengan satu dirham (saja)?". Mereka menjawab: "Kami tidak mau membelinya dengan apapun. Apa yg bisa kami perbuat dengannya?"
Kemudian Beliau bertanya, "Apakah kamu suka ia milikmu?" Mereka menjawab : "Demi Allah seandainya ia hidup ia adalah aib (cacad), ia bertelinga kecil lalu bagaimana lagi ketika ia menjadi bangkai?"
Maka Beliau bersabda, "Demi Allah dunia itu lebih hina bagi Allah daripada bangkai itu dalam pandangan kalian". (HR Muslim)
Kemudian Beliau bertanya, "Apakah kamu suka ia milikmu?" Mereka menjawab : "Demi Allah seandainya ia hidup ia adalah aib (cacad), ia bertelinga kecil lalu bagaimana lagi ketika ia menjadi bangkai?"
Maka Beliau bersabda, "Demi Allah dunia itu lebih hina bagi Allah daripada bangkai itu dalam pandangan kalian". (HR Muslim)
Dunia yang buruk rupa
Adapun bagi seorang raja, dunia tampak bagaikan seorang mempelai wanita yang rupawan. Sedangkan dimata para wali, dunia tak ubahnya seperti orang yang buruk wajahnya. Rambutnya terbakar, demikian juga pakaiannya dan wajahnya tercabik-cabik. Mereka hanya mengambil bagian mereka (dari dunia), itu pun karena terpaksa karena memang harus demikian, mereka sangat merindukan akhirat. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)
Dunia ini hanya gurauan yang menyesatkan
Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (Muhammad 36)
Janganlah dunia memperdayakanmu
Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (Faathir 5)
Taruh dunia ditanganmu jangan dihatimu
Dunia boleh saja ditanganmu atau berada disakumu untuk engkau simpan dan pergunakan dengan niat yang baik. Tetapi jangan meletakkannya didalam hati. Engkau boleh menyimpannya diluar pintu (hati), tetapi jangan memasukkannya ke dalam pintu. Karena hal itu, tidak akan melahirkan kemuliaan bagimu. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)
Dunia ini dilaknat
Rosulullah saw bersabda, "Sesungguhnya dunia ini dilaknat (dibenci tidak berharga) dan dilaknat (pula) apa yg ada didalamnya kecuali dzikir kepada Allah dan segala yang mendekatkan kepada-Nya, orang alim dan orang yang menuntut ilmu" (HR Tirmidzi)
Didunia ini bagaikan tempat berteduh sesaat
Rosulullah saw tidur diatas sebuah tikar, ketika beliau bangun tampak bekas tikar itu di pinggangnya. Kemudian kami berkata (mengusulkan) : "Wahai Rosulullah (bagaimana) seandainya kami membuatkan kasur (alas tidur yg empuk) untuk anda?" Maka Beliau bersabda, "Apalah artinya dunia ini bagiku? Aku didunia ini hanyalah bagaikan seorang pengendara yg berteduh dibawah sebuah pohon kemudian pergi dan meninggalkannya". (HR Tirmidzi)
Dunia adalah ladang dan akhirat adalah tempat diam.
Wahai muritku, jangan jadikan apa yang kamu makan dan minum, yang kamu pakai, yang kamu nikahi dan berkumpul dengannya sebagai tujuan dan cita-cita. Semuanya adalah dorongan hasrat dan hawa nafsu.
Tujuan dan cita-cita hati adalah ALLAH al-Haq. Maka jadikanlah ALLAH dan segala yang ada pada-NYA sebagai tujuan dan cita-citamu. Dania ada penggantinya, yaitu akhirat. Makhluk ada penggantinya yaitu al-Khaliq.
Segala sesuatu yang kamu tinggalkan didunia, akan engkau dapati pengganti yg lebih baik didalam kehidupan yg akan datang. Anggaplah bahwa masih tersisa umur sampai hari ini, bersiaplah untuk kehidupan akhirat karena kesempatan itu akan hilang dengan datangnya malaikat Izrail pencabut nyawa.
Dunia adalah ladang dan tempat singgah bagi manusia, dan akhirat adalah tempat diam. Jika semangat dari ALLAH telah datang, maka keduanya (dunia dan akhirat) akan tertutupi. Sehingga dia akan berdiri diantara keduanya, tidak kepada dunia dan tidak kepada akhirat. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)
Tujuan dan cita-cita hati adalah ALLAH al-Haq. Maka jadikanlah ALLAH dan segala yang ada pada-NYA sebagai tujuan dan cita-citamu. Dania ada penggantinya, yaitu akhirat. Makhluk ada penggantinya yaitu al-Khaliq.
Segala sesuatu yang kamu tinggalkan didunia, akan engkau dapati pengganti yg lebih baik didalam kehidupan yg akan datang. Anggaplah bahwa masih tersisa umur sampai hari ini, bersiaplah untuk kehidupan akhirat karena kesempatan itu akan hilang dengan datangnya malaikat Izrail pencabut nyawa.
Dunia adalah ladang dan tempat singgah bagi manusia, dan akhirat adalah tempat diam. Jika semangat dari ALLAH telah datang, maka keduanya (dunia dan akhirat) akan tertutupi. Sehingga dia akan berdiri diantara keduanya, tidak kepada dunia dan tidak kepada akhirat. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)
Langganan:
Postingan (Atom)