Pernah serombongan orang irak berkunjung ke rumah Umar bin Khattab ra. Maka Umar berkata kepada mereka, “Wahai penduduk irak, mungkin kalian hanya suka makanan yang mewah dan lezat. Ketahuilah jika kami mau, maka kami pun dapat membuat makanan yang mewah dan lezat bagi kami, akan tetapi kami ingin hidup sederhana didunia ini agar kami diberi kesenangan kelak di akhirat. Apakah kalian belum mendengar firman ALLAH yg berbunyi :
“Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): "Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik." (Al Ahqaaf 20)”. (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)
Tampilkan postingan dengan label zuhud dunia 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zuhud dunia 2. Tampilkan semua postingan
Senin, 06 Juni 2011
Senin, 30 Mei 2011
Khawatir tidak bertemu Nabi saw kelak karena mempunyai banyak harta
Abu Ubaidah bin Jarrah ra terlihat menangis ketika ia dikunjungi oleh salah seorang kawannya. Tanya kawannya, “Mengapa engkau menangis, wahai Abu Ubaidah?”. Jawab Abu Ubaidah, “Aku menangis dikarenakan aku ingat sabda Nabi saw yang berkata, “Kelak akan dibukakan pintu kekayaan bagi umatku wahai Abu Ubaidah, sebaik-baiknya harta yg kamu miliki adalah tiga budak, seorang membantumu, seorang lagi menemani kamu dalam perjalananmu, dan seorang lagi melayani keluargamu, sebaik-baik kendaraan yang kamu miliki ada tiga, seekor untuk kamu tunggangi, seekor lagi untuk mengangkut barangmu, seekor lagi untuk keperluan keluargamu,” sedangkan kini aku memiliki banyak budak dan banyak kendaraan, sehingga aku khawatir kalau aku tidak dapat bertemu dengan Rosulullah saw kelak, sebab Rosulullah saw telah bersabda, “Seorang yg paling aku cintai dan paling dekat dengan aku kelak adalah seorang yang tidak memiliki harta kekayaan apa pun sebagaimana ia berpisah denganku” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)
Aku Kawatir Kalian Ditimpa Kekayaan
Rosulullah saw bersabda, “Aku tidak kawatir jika kalian ditimpa musibah (kemiskinan), yang aku kawatirkan ialah jika kalian sedang ditimpa kesenangan (kekayaan), sebab jika ditimpa suatu musibah, maka kalian akan dapat beribadah, tetapi jika ditimpa kesenangan, maka kalian akan lupa diri” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)
Senin, 23 Mei 2011
Jangan hidup bermewah-mewah
Umar bin Khattab ra dan Yarfa’ ra berkunjung ke rumah Abu Darda di Syam ketika malam hari. Ketika mereka datang dan meminta izin masuk, ternyata ia segera mengizinkan masuk. Dan Umar segera mendorong pintu, ternyata pada pintu itu tidak ada kuncinya, dan didapatkan rumah itu gelap gulita tanpa lampu. Ketika Umar memeriksa isi rumah itu, ia dapatkan sebuah tikar yang lusuh dan bantal yang rapuh sedang pakaian yang dipakainya pun amat compang-camping. Kat a Abu Darda, “Siapakah yang dating kemari?”
Jawab Umar, “Aku Amirul Mukminin”. Kata Abu Darda, “Sungguh lebih setahun kami nanti-nantikan kedatanganmu”. Tanya Umar, “Bukankah telah aku cukupi segala kebutuhanmu?”. Jawab Abu Darda, “Benar, kamu telah mencukupi aku dengan baik, tapi tidakkah pernah kamu dengar Rosulullah saw bersabda, “Hendaknya hidup seseorang dari kamu ini hanyalah sekedar untuk perbekalan dalam perjalanan saja, tidak bermewah-mewah”. Kata Umar, “Ya, memang aku telah mendengarnya”. Kemudian keduanya menangis sampai tiba waktu pagi. (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)
Jawab Umar, “Aku Amirul Mukminin”. Kata Abu Darda, “Sungguh lebih setahun kami nanti-nantikan kedatanganmu”. Tanya Umar, “Bukankah telah aku cukupi segala kebutuhanmu?”. Jawab Abu Darda, “Benar, kamu telah mencukupi aku dengan baik, tapi tidakkah pernah kamu dengar Rosulullah saw bersabda, “Hendaknya hidup seseorang dari kamu ini hanyalah sekedar untuk perbekalan dalam perjalanan saja, tidak bermewah-mewah”. Kata Umar, “Ya, memang aku telah mendengarnya”. Kemudian keduanya menangis sampai tiba waktu pagi. (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)
Utamakan akhirat diatas dunia
Wahai manusia, waspadalah kalian kepada dunia dan jangan kamu percaya sedikit pun kepadanya, utamakan akhirat atas dunia dan cintailah ia. Jika salah satu dari keduanya kamu cintai maka kamu akan membenci yang lain (Abu Bakar Assiddiq ra)
Jumat, 15 April 2011
Keutamaan menjadi orang miskin
Aisyah pernah mendengar Rosulullah saw berdoa, "Ya ALLAH, jadikanlah aku hidup sebagai seorang yang miskin. Cabutlah nyawaku dalam keadaan miskin. Lalu kumpulkanlah aku pada hari Kiamat nanti bersama kelompok orang-orang miskin".
Mendengar doa itu, Aisyah bertanya, "Mengapa engkau berdoa seperti itu wahai Rosulullah?"
Beliau menjawab, "Orang-orang miskin akan masuk surga lebih awal 40 tahun (1 hari = 1000 tahun dunia) daripada orang-orang kaya. Wahai Aisyah, jangan pernah menolak orang miskin meski engkau hanya memberinya separuh biji kurma" (HR Tirmidzi)
nb : disaat orang-orang kaya penuh kekhawatiran, cemas, ketakuatan menghadapi nasib yg akan menimpa mereka, orang -orang miskin sudah menikmati kenikmatan istana surga 14.600.000 tahun lebih awal
Mendengar doa itu, Aisyah bertanya, "Mengapa engkau berdoa seperti itu wahai Rosulullah?"
Beliau menjawab, "Orang-orang miskin akan masuk surga lebih awal 40 tahun (1 hari = 1000 tahun dunia) daripada orang-orang kaya. Wahai Aisyah, jangan pernah menolak orang miskin meski engkau hanya memberinya separuh biji kurma" (HR Tirmidzi)
nb : disaat orang-orang kaya penuh kekhawatiran, cemas, ketakuatan menghadapi nasib yg akan menimpa mereka, orang -orang miskin sudah menikmati kenikmatan istana surga 14.600.000 tahun lebih awal
Jumat, 18 Februari 2011
Merasa puas dengan dunia
Kesenangan kepada dunia, bernikmat-nikmat dg dunia, sungguh merupakan racun pembunuh, mengalir dalam urat-urat menuju hati, lalu mengeluarkan darinya semua perasaan takut, gelisah, ingatan kepada maut dan kepada kegalauan Hari Kiamat. Dan itulah saat-saat kematian hati. Sebagaimana firman ALLAH :
"mereka merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengannya" (Yunus 7). (Al-Ghazali)
"mereka merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengannya" (Yunus 7). (Al-Ghazali)
Selasa, 15 Februari 2011
Dunia bukan untuk dinikmati
Ali bin Abi Thalib ra berkata, "Barang siapa merindukan surga, niscaya ia takkan tergiur oleh segala kesenangan dunia". (Al-Ghazali)
Sebisa mungkin hindari kenikmatan dunia (meskipun kenikmatan yg mubah), agar tidak lupa dengan kehidupan akhirat
Sebisa mungkin hindari kenikmatan dunia (meskipun kenikmatan yg mubah), agar tidak lupa dengan kehidupan akhirat
Minggu, 16 Januari 2011
Tinggalkan kemewahan dunia
Rosulullah saw bersabda, "Barang siapa meninggalkan (kemewahan dalam) pakaian karena tawadhu' kepada ALLAH, padahal ia mampu untuk berpakaian mewah maka ALLAH akan memanggilnya pada hari kiamat dihadapan para makhluk hingga DIA memberikan hak memilih dari baju iman yg manakah dia ingin memakainya" (HR Tirmidzi)
Sabtu, 15 Januari 2011
Seorang mukmin hatinya terputus dari makhluk
Seorang mukmin sejati hatinya benar-benar terputus dari makhluk, dari keluarga, harta, dan anak. Jasadnya bisa sibuk dengan mereka, tetapi hatinya menunggu datangnya utusan SANG RAJA sampai dipintu negeri. Kehadirannya berada ditengah makhluk, tetapi talinya (hati) terikat kepada ALLAH SWT (Syaikh Abdul Qadir Jailani)
Seperti kotoran kambing
Saad bin Abu Waqqash ra. berkata, "Kami telah berperang bersama Rosulullah saw, waktu itu kami tidak memiliki makanan kecuali hanya daun pohon Hublah dan pohon Samur, sehingga salah seorang kami apabila buang hajat persis seperti kotoran kambing, tidak dapat campur, terpisah-pisah" (HR bukhari Muslim)
Kadang merasa aneh, kenapa kita yg sudah bisa makan enak tidak mau bersyukur...
Kadang merasa aneh, kenapa kita yg sudah bisa makan enak tidak mau bersyukur...
Kamis, 13 Januari 2011
Samakah dunia dengan akhirat
Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi*; kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)? (Al Qashash 28)
*orang yang diberi kenikmatan hidup duniawi, tetapi tidak dipergunakannya untuk mencari kebahagiaan hidup di akhirat
*orang yang diberi kenikmatan hidup duniawi, tetapi tidak dipergunakannya untuk mencari kebahagiaan hidup di akhirat
Manusia memang rakus
Rosulullah saw brsbd, "Seandainya anak Adam memiliki emas satu lembah pasti ia ingin seandainya dia memiliki dua lembah, dan tidak akan bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah (hingga ia mati), dan Allah menerima taubat orang yg bertaubat"(HR Bukhari Muslim)
Relakan dunia kepada orang kafir
Umar bin Khattab menceritakan bahwa ketita ia masuk ke rumah Nabi Muhammad saw, Beliau sedang tidur berbaring diatas tikar, ketika beliau bangun, terlihat garis-garis merah ditubuhnya, bekas tikar tersebut. Tatkala aku melihat almarinya, tidak kudapatkan sesuatu kecuali dua genggam dari gandum dan buah qarz, dua atau satu kulit yang telah disamak. Emosiku tersentuh dan seketika itu aku menangis. Nabi saw bertanya, “Umar?”. Aku menjawabnya, bagaimana aku tidak menangis karena melihat keadaanmu yang sederhana ini, sedangkan engkau adalah sebaik-baik manusia dan bahkan sebagai kekasih ALLAH SWT. Sedangkan kaisar (raja romawi) dan kisra (raja persia) dalam kemewahan. Nabi saw bersabda, “Hai Umar, tidak relakah engkau bagi kita negeri akhirat dan bagi mereka (orang kafir) negeri dunia?”. “Betul, hai Rosulullah saw”. Nabi menambahkan, “Bertahmidlah kepada ALLAH Azza wa Jalla”. (Zuhud di abad modern, 2000)
Penyakit orang kaya
Penyakit yang akan menimpa orang kaya ialah dua hal, pertama sifat bakhil (kikir), dan kedua boros dan royal, sombong dan takabur, lupa bahwa manusia senantiasa diancam bahaya ngeri (azab ALLAH). (Zuhud di abad modern, 2000)
Jangan menyimpan harta di hati
Seseorang tidak dilarang menyimpan harta (dengan niat yang baik) dirumah atau diberangkasnya, tetapi jangan sampai harta itu dimasukkan ke dalam “Hati”nya.
Syaikh Abdul Qadir Jailani berkata, “Dunia atau harta boleh ditangan atau disaku, bahkan boleh disimpan dengan suatu niat yang baik. Akan tetapi jangan sampai ia dimasukkan ke dalam hati”. (Zuhud di abad modern, 2000)
Syaikh Abdul Qadir Jailani berkata, “Dunia atau harta boleh ditangan atau disaku, bahkan boleh disimpan dengan suatu niat yang baik. Akan tetapi jangan sampai ia dimasukkan ke dalam hati”. (Zuhud di abad modern, 2000)
Hidup dg harta bagai berjalan diatas air, pasti ikut basah
Nabi saw bersabda, “Perumpamaan pemilik dunia bagaikan orang yang berjalan diatas air, maka bisakah orang yang berjalan diatas air itu kakinya tidak terbasahi?” (HR Ibn Abi al-Dunya dan Al-Baihaqi)
Al-Gazali menandaskan bahwa hanya orang bodohlah yang mengira bahwa apabila fisiknya bergelimang dengan dunia, batinnya dapat tersucikan dan tidak terikat dengannya. Hal ini merupakan rekaan setan. Barangsiapa yang bergelimang dengannya maka pasti akan terkena negatifnya, bagaikan orang yang berjalan di atas air, kakinya pasti basah. Demikian juga orang yang bergelimang dengan dunia maka hatinya menjadi gelap. Mencintai dunia menyebabkan hati tidak merasakan manisnya ibadah. Barangsiapa yang mencintai dunia akan jauh daripada-NYA, dan sebaliknya orang yang mencintai ALLAH akan membenci dunia. (Zuhud di abad modern, 2000)
Al-Gazali menandaskan bahwa hanya orang bodohlah yang mengira bahwa apabila fisiknya bergelimang dengan dunia, batinnya dapat tersucikan dan tidak terikat dengannya. Hal ini merupakan rekaan setan. Barangsiapa yang bergelimang dengannya maka pasti akan terkena negatifnya, bagaikan orang yang berjalan di atas air, kakinya pasti basah. Demikian juga orang yang bergelimang dengan dunia maka hatinya menjadi gelap. Mencintai dunia menyebabkan hati tidak merasakan manisnya ibadah. Barangsiapa yang mencintai dunia akan jauh daripada-NYA, dan sebaliknya orang yang mencintai ALLAH akan membenci dunia. (Zuhud di abad modern, 2000)
Rabu, 12 Januari 2011
Mencintai Rosulullah saw
Ada seorang laki-laki menemui Rosulullah saw seraya berkata, "Sesungguhnya aku mencintaimu karena ALLAH SWT". Beliau bersabda kepadanya, "Maka ambillah ujian dan kefakiran sebagai pakaian".
Karena rasa cintanya, Abu Bakar menginfaqkan seluruh harta bendanya dan setia bersama Beliau saw dalam menghadapi berbagai kepahitan (Syaikh Abdul Qadir Jailani)
Karena rasa cintanya, Abu Bakar menginfaqkan seluruh harta bendanya dan setia bersama Beliau saw dalam menghadapi berbagai kepahitan (Syaikh Abdul Qadir Jailani)
Neraka bagi pengumpul dunia
Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (At Taubah 35)
Membenci dunia
"Sesungguhnya pembencian terhadap dunia merupakan kendaraan menuju kepada ALLAH" (Al-Gazali)
Langganan:
Postingan (Atom)