Sabtu, 05 Februari 2011
Taqwa yang sempurna
Taqwa seseorang dikatakan sempurna apabila orang tersebut telah menjaga diri dari perbuatan dosa walaupun seberat biji sawi/atom sekalipun, bahkan bersedia meninggalkan yg syubhat, yaitu sesuatu yg kehalalannya masih diragukan dg takut tergelincir kpd yang haram, dg demikian terbentuklah benteng yg kokoh diantara dirinya dg barang haram dan perbuatan yg dimurkai ALLAH SWT. (Pembersihan Jiwa, 2001)
Dibalik cobaan dan ujian ALLAH
Semua ujian dan cobaan yang menimpa pada manusia itu karena :
- Disebabkan kedurhakaan terhadap ALLAH oleh manusia itu sendiri sebagai balasan untuk menghapuskan dosa kedurhakaannya itu agar manusia menjadi sadar atas kedurhakaannya
- Takdir ALLAH sendiri untuk menguji hamba-NYA dan kelak di akhirat akan diganti dengan rahmat dan keridhaan-NYA, kalau yang diuji itu bersabar dan tawakal kepada ALLAH
Apabila seseoorang menghadapi cobaan dan penderitaan itu dengan ridha, ikhlas dan mencari jalan keluar dengan cara yg sebaik-baiknya, tidak mengeluh, tidak mengaduh apalagi merintih, maka ALLAH Ta'ala pasti akan memudahkan baginya urusan hisabnya. ALLAH akan menyegerakan pahalanya, memberkati kehidupannya sehingga timbangan amalnya tidak berat dengan kejahatan, tetapi akan berat dengan ketaatan dan pahala. Jadi apabila manusia itu menghadapi ujian dengan sabar, maka ia termasuk lulus dari ujian tersebut. Dan apabila menghadapi ujian dengan tidak sabar, maka tergolong putus asa dan itu bukan karakter seorang muslim. (Pembersihan jiwa, 2001)
- Disebabkan kedurhakaan terhadap ALLAH oleh manusia itu sendiri sebagai balasan untuk menghapuskan dosa kedurhakaannya itu agar manusia menjadi sadar atas kedurhakaannya
- Takdir ALLAH sendiri untuk menguji hamba-NYA dan kelak di akhirat akan diganti dengan rahmat dan keridhaan-NYA, kalau yang diuji itu bersabar dan tawakal kepada ALLAH
Apabila seseoorang menghadapi cobaan dan penderitaan itu dengan ridha, ikhlas dan mencari jalan keluar dengan cara yg sebaik-baiknya, tidak mengeluh, tidak mengaduh apalagi merintih, maka ALLAH Ta'ala pasti akan memudahkan baginya urusan hisabnya. ALLAH akan menyegerakan pahalanya, memberkati kehidupannya sehingga timbangan amalnya tidak berat dengan kejahatan, tetapi akan berat dengan ketaatan dan pahala. Jadi apabila manusia itu menghadapi ujian dengan sabar, maka ia termasuk lulus dari ujian tersebut. Dan apabila menghadapi ujian dengan tidak sabar, maka tergolong putus asa dan itu bukan karakter seorang muslim. (Pembersihan jiwa, 2001)
Jumat, 04 Februari 2011
Karomah Umar bin Khattab ra
Rosulullah saw bersabda, “Sungguh pada umat terdahulu terdapat muhaddatsun, yakni orang-orang yg berbicara dengan Tuhan. Jika salah seorang mereka ada pada umatku, maka tentu Umar bin al-Khattab”.
ALLAH telah memberikan al-firasah kepada al-muhaddats (seorang Wali mitra dialog ALLAH) karena hijab diantara Wali dg ALLAH sudah terangkat, Firasat seperti inilah yang dialami oleh Umar bin Khattab ketika beliau berdasar ilham berbicara dimimbar di madinah (sedang ceramah di masjid nabawi), memberikan perintah kepada Sariyah ibn Zunaym, panglima tentaranya (yg pada saat itu sedang berperang dan tentaranya kocar-kacir terkepung pasukan kafir di Irak/persia). Umar bin Khattab berkata (berteriak) : “Wahai Sariyah ibn Zunaym, diatas bukit! diatas bukit!”. Para tentara (muslimin) yg sedang berperang di Irak itu mendengar perintah Umar bin Khattab, padahal mereka berada di tempat yg sangat jauh dalam jarak perjalanan satu bulan dari madinah. Mereka (pasukan muslimin) kemudian menuju ke atas bukit itu dan memperoleh kemenangan atas musuh, berkat pertolongan ALLAH melalui perintah Umar bin Khattab ra tersebut”. (Apakah Wali itu ada?, 2005)
ALLAH telah memberikan al-firasah kepada al-muhaddats (seorang Wali mitra dialog ALLAH) karena hijab diantara Wali dg ALLAH sudah terangkat, Firasat seperti inilah yang dialami oleh Umar bin Khattab ketika beliau berdasar ilham berbicara dimimbar di madinah (sedang ceramah di masjid nabawi), memberikan perintah kepada Sariyah ibn Zunaym, panglima tentaranya (yg pada saat itu sedang berperang dan tentaranya kocar-kacir terkepung pasukan kafir di Irak/persia). Umar bin Khattab berkata (berteriak) : “Wahai Sariyah ibn Zunaym, diatas bukit! diatas bukit!”. Para tentara (muslimin) yg sedang berperang di Irak itu mendengar perintah Umar bin Khattab, padahal mereka berada di tempat yg sangat jauh dalam jarak perjalanan satu bulan dari madinah. Mereka (pasukan muslimin) kemudian menuju ke atas bukit itu dan memperoleh kemenangan atas musuh, berkat pertolongan ALLAH melalui perintah Umar bin Khattab ra tersebut”. (Apakah Wali itu ada?, 2005)
Berdzikir akan membuat hati menjadi tenang
orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati (dzikir) Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar Ra'd 28)
Satu dan 72 golongan pembuat bid'ah mungkar
Rosulullah saw bersabda, "Sesungguhnya bani israel telah terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, semuanya dineraka kecuali satu. Kemudian sepeninggal Isa putra Maryam, mereka telah terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, semua di neraka kecuali satu. Dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya dineraka kecuali satu". Para sahabat bertanya, "Siapakah yg satu itu?". Beliau bersabda, "Orang-orang yang mengikuti jejakku dan jejak para sahabatku".
Golongan yg satu adalah Ahlus-Sunnah, sedangkan 72 golongan yg lain adalah para ahli bid'ah (yang mungkar). Ke tujuh puluh dua golongan tsb adalah :
KHAWARIJ
Mereka adalah golongan yg memusuhi Ali bin Abi Thalib ra. Tidak beriman kepada siksa kubur, telaga Nabi, dan Syafaat Nabi saw. Mereka tidak menganggap jamaah kecuali dibelakang imam mereka. Khawarij terpecah menjadi 15 golongan. Ada yg memperbolehkan membunuh anak2 kaum musrikin. mengharamkan rajam. ada yg menganggap surat Yusuf tidak termasuk Al-Quran dll
SYI'AH
Dikatakan syiah karena terlalu mengkhultuskan ALI melebihi para sahabat lainnya, dan tidak mengakui kepemimpinan Abu Bakar dan Umar. Syiah pecah menjadi 32 golongan. Ada yg mengatakan bahwa Ali memiliki sifat-sifat ketuhanan dan kenabian yg luar biasa, ada yg menganggap ALLAH tidak mengetahui sesuatu yg akan terjadi sebelum peristiwa itu terjadi, ada yg menganggap ALLAH berbentuk seperti manusia, ada yg menganggap ALLAH itu nur yg berbentuk seorang lelaki, ada yg menganggap jibril salah mengharntarkan wahyu, seharusnya ke Ali, ada yg menganggap surga neraka tidak ada, ada yg menganggap para imam adalah nabi-nabi yg terpercaya dll
MURJI'AH
Terpecah menjadi 12 aliran. mereka menganggap orang yg mengucapkan Laillahaillallah, setelah melakukan segala jenis kemaksiatan, maka tidak akan masuk neraka, ada yg mengingkari timbangan amal dan siksa kubur, mereka menganggap iman adalah ucapan saja tanpa perbuatan, dan iman mereka, malaikat, iman nabi, semuanya sama tidak bertambah dan berkurang, dll
MU'TAZILLAH dan QADARIYAH
Terpecah menjadi 6 golongan. Mereka orang2 yg menolak apa yg disepakati kaum muslimin, mereka menganggap orang yg berdosa besar bukanlah orang kafir dan bukanlah orang mukmin, mereka menafikan semua sifat ALLAH SWT. menurut mereka ALLAH tidak memiliki sifat ilmu, qudrah, hasyah, sama', bashar. tidak percaya azab kubur dan mizan (timbangan). menolak syafaat Nabi saw bagi orang2 yg melakukan dosa besar, ada yg menganggap ALLAH tidak menciptakan warna, rasa, bau, mati, dan hidup, semuanya itu perbuatan jisim yg terjadi dg sendirinya dll
MUSYABBIHAN
Pecah menjadi tiga. Mereka menganggap ALLAH itu jisim. Dia menyerupai bentuk manusia yg memiliki daging, darah, kepala, lidah , leher.
JAMHIYAH
Mereka menolak bahwa ALLAH mengetahui sesuatu yg belum ada. Surga dan neraka itu akan fana. Menafikan sifat-sifat ALLAH.
DHARARIYAH
Dia mengatakan bahwa jisim adalah susunan beberapa unsur, bisa jadi unsur2 itu berubah menjadi jisim
NAJARIYAH
mereka menafikan sifat-sifat ALLAH dan menganggap AL-Quran adalah makhluk
KILABIYAH
mereka mengatakan bahwa sifat-sifat ALLAH itu tidak qadim dan tidak hadits (baru)
Golongan AS-SALAMIYAH
mereka berpendapat bahwa pada hari kiamat ALLAH SWT akan terlihat dalam bentuk manusia seperti umat Muhammad dll
(al-Ghunyah, Syaikh ABdul Qadir Jailani, 2010)
Golongan yg satu adalah Ahlus-Sunnah, sedangkan 72 golongan yg lain adalah para ahli bid'ah (yang mungkar). Ke tujuh puluh dua golongan tsb adalah :
KHAWARIJ
Mereka adalah golongan yg memusuhi Ali bin Abi Thalib ra. Tidak beriman kepada siksa kubur, telaga Nabi, dan Syafaat Nabi saw. Mereka tidak menganggap jamaah kecuali dibelakang imam mereka. Khawarij terpecah menjadi 15 golongan. Ada yg memperbolehkan membunuh anak2 kaum musrikin. mengharamkan rajam. ada yg menganggap surat Yusuf tidak termasuk Al-Quran dll
SYI'AH
Dikatakan syiah karena terlalu mengkhultuskan ALI melebihi para sahabat lainnya, dan tidak mengakui kepemimpinan Abu Bakar dan Umar. Syiah pecah menjadi 32 golongan. Ada yg mengatakan bahwa Ali memiliki sifat-sifat ketuhanan dan kenabian yg luar biasa, ada yg menganggap ALLAH tidak mengetahui sesuatu yg akan terjadi sebelum peristiwa itu terjadi, ada yg menganggap ALLAH berbentuk seperti manusia, ada yg menganggap ALLAH itu nur yg berbentuk seorang lelaki, ada yg menganggap jibril salah mengharntarkan wahyu, seharusnya ke Ali, ada yg menganggap surga neraka tidak ada, ada yg menganggap para imam adalah nabi-nabi yg terpercaya dll
MURJI'AH
Terpecah menjadi 12 aliran. mereka menganggap orang yg mengucapkan Laillahaillallah, setelah melakukan segala jenis kemaksiatan, maka tidak akan masuk neraka, ada yg mengingkari timbangan amal dan siksa kubur, mereka menganggap iman adalah ucapan saja tanpa perbuatan, dan iman mereka, malaikat, iman nabi, semuanya sama tidak bertambah dan berkurang, dll
MU'TAZILLAH dan QADARIYAH
Terpecah menjadi 6 golongan. Mereka orang2 yg menolak apa yg disepakati kaum muslimin, mereka menganggap orang yg berdosa besar bukanlah orang kafir dan bukanlah orang mukmin, mereka menafikan semua sifat ALLAH SWT. menurut mereka ALLAH tidak memiliki sifat ilmu, qudrah, hasyah, sama', bashar. tidak percaya azab kubur dan mizan (timbangan). menolak syafaat Nabi saw bagi orang2 yg melakukan dosa besar, ada yg menganggap ALLAH tidak menciptakan warna, rasa, bau, mati, dan hidup, semuanya itu perbuatan jisim yg terjadi dg sendirinya dll
MUSYABBIHAN
Pecah menjadi tiga. Mereka menganggap ALLAH itu jisim. Dia menyerupai bentuk manusia yg memiliki daging, darah, kepala, lidah , leher.
JAMHIYAH
Mereka menolak bahwa ALLAH mengetahui sesuatu yg belum ada. Surga dan neraka itu akan fana. Menafikan sifat-sifat ALLAH.
DHARARIYAH
Dia mengatakan bahwa jisim adalah susunan beberapa unsur, bisa jadi unsur2 itu berubah menjadi jisim
NAJARIYAH
mereka menafikan sifat-sifat ALLAH dan menganggap AL-Quran adalah makhluk
KILABIYAH
mereka mengatakan bahwa sifat-sifat ALLAH itu tidak qadim dan tidak hadits (baru)
Golongan AS-SALAMIYAH
mereka berpendapat bahwa pada hari kiamat ALLAH SWT akan terlihat dalam bentuk manusia seperti umat Muhammad dll
(al-Ghunyah, Syaikh ABdul Qadir Jailani, 2010)
Pendapat Imam Syafi'i terhadap bid'ah
riwayat abu nu'im,imam syafi'i pernah berkata:
"Bid'ah itu ada 2 macam,satu bid'ah terpuji dan yg lain bid'ah tercela. Bid'ah terpuji ialah (pekerjaan keagamaan yg tdk dikenal pd zaman rasulalloh) yang sesuai dgn sunnah, sdangkan bid'ah yg tercela ialah(pekerjaan keagamaan yg tdk dikenal pd zaman rasulalloh)yang tidak s...esuai dgn sunnah atau menentang sunnah"
[fathul bari juz 17 hlm 10]
"Bid'ah itu ada 2 macam,satu bid'ah terpuji dan yg lain bid'ah tercela. Bid'ah terpuji ialah (pekerjaan keagamaan yg tdk dikenal pd zaman rasulalloh) yang sesuai dgn sunnah, sdangkan bid'ah yg tercela ialah(pekerjaan keagamaan yg tdk dikenal pd zaman rasulalloh)yang tidak s...esuai dgn sunnah atau menentang sunnah"
[fathul bari juz 17 hlm 10]
Pendapat Imam Syafi'i terhadap bid'ah
riwayat abu nu'im,imam syafi'i pernah berkata:
"Bid'ah itu ada 2 macam,satu bid'ah terpuji dan yg lain bid'ah tercela. Bid'ah terpuji ialah (pekerjaan keagamaan yg tdk dikenal pd zaman rasulalloh) yang sesuai dgn sunnah, sdangkan bid'ah yg tercela ialah(pekerjaan keagamaan yg tdk dikenal pd zaman rasulalloh)yang tidak sesuai dgn sunnah atau menentang sunnah"
[fathul bari juz 17 hlm 10]
"Bid'ah itu ada 2 macam,satu bid'ah terpuji dan yg lain bid'ah tercela. Bid'ah terpuji ialah (pekerjaan keagamaan yg tdk dikenal pd zaman rasulalloh) yang sesuai dgn sunnah, sdangkan bid'ah yg tercela ialah(pekerjaan keagamaan yg tdk dikenal pd zaman rasulalloh)yang tidak sesuai dgn sunnah atau menentang sunnah"
[fathul bari juz 17 hlm 10]
Ustad, ulama, dan Para Wali
Cukup percayalah 85% kepada para ulama dan ustad, karena mereka hanya mempunyai ilmu dan masih ada sedikit nafsu, percayalah 95% pada para Wali, karena mereka dibimbing langsung oleh Nabi Khidir as, malaikat, dan Nabi saw (lewat mimpi), hati mereka pun selalu terpaut kepada ALLAH. dan 100% percayalah kepada Nabi dan Ro...sul karena mereka mendapat Wahyu langsung dari ALLAH.
Penyusunan Mushaf Al-Quran
Umar bin Khattab memaksa Abu Bakar untuk menyusun mushaf, tetapi Abu Bakar menolak bahwa hal tersebut tidak diperintahkan Nabi saw dan termasuk bid'ah. Setelah perdebatan dan melihat kemaslahatan, akhirnya ABu Bakar setuju. Kemudian menyuruh Zaid bin Tsabit ra. Zaid pun menolak karena takut bid'ah, setelah berdebat akh...irnya zaid pun setuju. Alhamdulillah kesucian AL-Quran terjaga berkat inovasi (bid'ah) mereka.
Bid'ah yg baik dan yang mungkar
Rosulullah saw bersabda, "Siapa yang menggagas didalam islam suatu inovasi yang baik, kemudian gagasan itu diamalkan oleh (orang2 yg datang) sesudahnya, maka bagi penggagas dicatat pahala yg sebanding dengan pahala orang-orang yg mengamalkannya, tidak berkurang sedikit pun dari pahala mereka. Dan barang siapa didalam islam menggagas suatu inovasi yang buruk, kemudian gagasan yg buruk itu diamalkan oleh (orang2 yg datang) sesudahnya, maka bagi penggagas dicatat dosa yg sebanding dg dosa orang-orang yg mengamalkannya, tidak berkurang sedikit pun dari dosa mereka" (HR Muslim)
contoh inovasi yg baik : penyusunan mushaf Al-Quran (Abu Bakar ra), sholat taraweh berjamaah 20 rakaat (Umar bin Khattab), berdzikir dg tasbih (sahabat ra), majlis dzikir/dzikir berjamaah (sahabat ra), doa qunut (imam Syafii), tahlilan (Walisongo) dll
contoh inovasi yg baik : penyusunan mushaf Al-Quran (Abu Bakar ra), sholat taraweh berjamaah 20 rakaat (Umar bin Khattab), berdzikir dg tasbih (sahabat ra), majlis dzikir/dzikir berjamaah (sahabat ra), doa qunut (imam Syafii), tahlilan (Walisongo) dll
Langganan:
Postingan (Atom)