Senin, 27 Februari 2012

Vicente Mota Alfaro: Dari Mualaf Sampai Menjadi Imam Masjid



IslamIsLogic.wordpress.com. Vicente Mota Alfaro menjadi mualaf pertama di Spanyol yang memegang posisi imam di masjid Islamic Cultural Center of Valencia (CCIV) dan memimpin salat berjamaah di masjid itu. Selain imam masjid, Alfaro juga menjadi anggota Dewan Direkur CCIV sejak tahun 2005.

Posisi imam masjid mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Alfaro, karena tiga belas tahun yang lalu ia adalah penganut agama Katolik yang taat, rajin membaca alkitab setiap hari dan tidak pernah absen menghadiri misa mingguan di gerejanya.

Ketika ditanya tentang perubahan hatinya dan perjalanannya dari seorang penganut Katolik yang taat menjadi seorang Muslim, Alfaro memberikan jawaban sederhana,”Ini semua adalah kehendak Allah, Islam menjadi pilihan saya dan menjadi hidup saya.”
Alfaro memutuskan masuk Islam pada saat ia berusia 20 tahun dan masih menjadi siswa sekolah menengah. “Saya membaca kitab suci al-Quran. Saya menemukan kebenaran tentang kisah Yesus Kristus dan kemudian saya masuk Islam,” Alfaro menceritakan perjalanannya menemukan cahaya Islam.

Pada dasarnya, Alfaro memang dikenal religius. Sejak masa kanak-kanak, Alfaro sudah rajin ke gereja setiap minggu dan membaca alkitab dengan teratur. “Saya melakukannya, sementara anak-anak lain pada saat itu tidak punya minat pada agama. Ketika itu, saya tentu saja belum tahu tentang Islam,” ujarnya.

Alfaro mengenal Islam dari tetangganya, seorang Muslim asal Aljazair yang sering ia ajak berbincang-bincang. “Suatu saat kami sedang ngobrol dan dia bilang bahwa semua umat manusia adalah keturunan Adam dan Hawa dan kita semua adalah anak-anak dari Nabi Ibrahim,” kenang Alfaro tentang tetangganya.

“Kala itu, saya tercengang mendengar Muslim dan orang-orang Arab tahu tentang Adam, Hawa dan Ibrahim,” sambung Alfaro.

Perbincangan itu memotivasi Alfaro untuk menggali lebih jauh tentang Islam. Ia jadi sering berkunjung ke perpustakaan dan meminjam terjemahan al-Quran. Terjemahan al-Quran itu ia baca dengan seksama di rumah.

“Saya sudah sering membaca di Gospel bahwa Yesus adalah anak Tuhan dan Tuhan mengirim anaknya ke bumi untuk dibunuh dan disiksa guna membebaskan dosa-dosa manusia. Saya selalu bermasalah dengan hal itu, terutama untuk bisa mempercayai cerita itu,” kata Alfaro.

Dan jawaban yang ia cari, ditemukannya dalam al-Quran. “Saya pelajari dari al-Quran bahwa Yesus tidak dibunuh atau disalib,” ujar Alfaro.

Kisah Yesus dalam kitab suci al-Quran menyentuh hati Alfaro yang sejak mengucap dua kalimat syahadat mengubah namanya menjadi Mansour. “Saya langsung meyakini bahwa al-Quran adalah kitab suci yang benar yang berasal dari Tuhan. Dan saya langsung memutuskan ingin menjadi seorang Muslim,” tukas Alfaro.

Begitulah perjalanan Alfaro atau Mansour menemukan kebenaran dalam Islam. Sampai akhirnya para pemuka komunitas Muslim di kota Valencia sepakat memilihnya menjadi imam masjid Valencia. Alfaro dipilih karena dianggap memiliki kemampuan dan memenuhi syarat-syarat untuk menjadi imam masjid.

“Dia dipilih karena pengetahuannya yang luas tentang agama,” kata El-Taher Edda, sekretaris jenderal Islamic League for Dialogue and Coexistence.

Edda juga menegaskan bahwa penunjukkan Alfaro sebagai imam masjid Valencia merupakan pesan yang jelas tentang integrasi para mualaf ke dalam masyarakat Muslim.

Jumlah mualaf di Spanyol terus meningkat beberapa tahun belakangan ini. Menurut laporan media massa lokal, warga Spanyol yang masuk Islam bahkan dari kalangan intelektual, akademisi dan aktivis anti-globalisasi.

Saat ini, jumlah warga Muslim di Spanyol dipekirakan sekitar 1,5 juta jiwa dari 40 juta total penduduk negara itu. Di Spanyol, berdasarkan undang-undang kebebasan beragama tahun 1967, Islam diakui sebagai agama resmi dan menjadi agama kedua terbesar setelah agama Kristen.

DISUKAI DAN DIBENCI IBLIS

DISUKAI DAN DIBENCI IBLIS

Diriwayatkan dari Nabi Isa as bahwa dia berkata kepada Iblis, "Manusia seperti apa yang paling engkau sukai?". Iblis menjawab, "Seorang mukmin yang bakhil (kikir)". Nabi Isa as bertanya lagi, "Lalu manusia seperti apa yang paling engkau benci?". Iblis menjawab, "Seorang fasik yang dermawan". Nabi Isa as berkata, "Mengapa demikian?". Iblis menjawab, "Sungguh aku berharap orang mukmin itu akan tergelincir dalam kedurhakaan dengan kebakhilannya (kekikirannya), dan aku takut kalau orang fasik tadi akan terhapus keburukannya karena kedermawanan yang ia miliki". (Syaikh Abdul Qadir Jailani)
ORANG BERILMU YANG MASUK NERAKA

Kelak di hari kiamat, seseorang akan dihadapkan dan dilemparkan ke neraka. Maka berserakanlah isi perutnya keluar, lalu ia diputar-putar dengan itu seperti keledai memutari kilangan. Kemudian penduduk neraka menghampirinya dan bertanya, “Wahai fulan, apa dosamu? Bukankah engkau suka beramar makruf nahi mungkar?” Ia menjawab, “Ya aku memang menyuruh yang makruf, tetapi aku sendiri tidak melakukannya. Aku melarang yang mungkar, tetapi aku sendiri melanggarnya” (HR Muslim)
KESALAHAN-KESALAHANMU AKAN MENIMPAMU KEMBALI DALAM BENTUK MUSIBAH

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Asy Syuura 30)

Nabi Muhammad saw bersabda, “Seorang hamba tidak akan tertimpa bencana, besar atau kecil, kecuali karena suatu kesalahan. Dan ALLAH memaafkan sebagian besar kesalahan itu” (HR Tirmidzi)
PERBAIKILAH NIATMU ATAU AMALMU AKAN SIA-SIA

Rosulullah saw bersabda, “Orang pertama-tama diadili kelak di hari kiamat adalah orang yg mati syahid. Ia dihadapkan ke pengadilan, lalu diajukan kepadanya nikmat-nikmat yang telah dia peroleh, dan dia mengakuinya. Lalu ALLAH bertanya kepadanya, “Apa yang telah engkau perbuat dengan nikmat itu?”. Ia menjawab, “Aku berperang di jalan-MU hingga aku mati syahid”. ALLAH berkata, “Engkau berdusta. Sesungguhnya engkau berperang supaya disebut pemberani, dan sebutan itu telah engkau peroleh”. Kemudian ia diseret dengan muka telungkup dan dilemparkan ke neraka.

Selanjutnya, dihadapkan orang alim yang belajar dan mengajarkan ilmunya serta membaca AL-Quran. Diajukan kepadanya nikmat-nikmat yang telah dia peroleh, dan dia mengakuinya. Lalu ALLAH bertanya kepadanya, “Apa yang telah engkau perbuat dengan nikmat itu?”. Ia menjawab, “Aku belajar, menhajar, dan membaca AL-Quran karena Engkau.” ALLAH berkata, “Engkau berdusta. Sesungguhnya engkau belajar supaya disebut sebagai orang alim, dan engkau membaca AL-Quran supaya disebut sebagai qari’ (ahli baca), dan sebutan itu telah kau peroleh.” Kemudian ia diseret dengan muka telungkup dan dilemparkan ke neraka.

Sesudah itu, dihadapkan pula orang yang diberi kekayaan oleh ALLAH dengan berbagai macam harta. Diajukan kepadanya nikmat-nikmat yang telah dia peroleh, dan dia mengakuinya. Lalu ALLAH bertanya kepadanya, “Apa yang telah engkau perbuat dengan nikmat itu?”. Ia menjawab, “Aku tak melewatkan satu jalan pun yang Engkau sukai seseorang menginfakkan harta di dalamnya kecuali aku melakukannya karena Engkau”. ALLAH berkata, “Engkau berdusta. Sesungguhnya engkau melakukan itu supaya disebut pemurah, dan sebutan itu telah engkau dapatkan”. Kemudian ia diseret dengan muka telungkup dan dilemparkan ke neraka. (HR Muslim)
SUAMI ISTRI YG MENCARI RIDHO ALLAH

Allah merahmati seorg suami yg bangun di malam hari lalu dia shalat dan membangunkan istrinya,jika sang istri enggan, ia percikkan air ke wajahnya dan Allah merahmati seorg istri yg bangun di malam hari lalu ia shalat dan membangunkan suaminya jika suaminya enggan, ia percikkan air pd wajahnya (HR abu Daud)
Jangan Membongkar Aib Saudara Muslim

Rosulullah saw bersabda, “Janganlah kamu menyakiti kaum muslim. Janganlah kamu mempermalukan mereka. Janganlah kamu mengintip-ngintip (mencari-cari) aib mereka. Barangsiapa yang membongkar-bongkar aib saudaranya orang islam, ALLAH akan membongkar aibnya. Barangsiapa yg dibongkar aib nya oleh ALLAH, ALLAH akan mempermalukannya, bahkan ditengah keluarganya” (Kado Pernikahan Untuk Istriku, 2001)
 

Kamis, 23 Februari 2012

MUALLAF : Abdul Raheem Green: Ku Menemukan Tujuan Hidup dalam Islam

Abdul Raheem Green: Ku Menemukan Tujuan Hidup dalam Islam

REPUBLIKA.CO.ID, ‘’Apa tujuan hidup di dunia ini?’’

Pertanyaan yang terus berkecamuk dalam hati Abdul Raheem Green itu telah mengantarkannya pada sebuah pencarian spiritual. Bagi sebagian orang, manusia hidup untuk menjadi kaya. Namun, Green tahu itu bukanlah jawaban yang sebenarnya.

‘’Benarkah menjadi kaya akan membuat seorang bahagia?’’ tanyanya dalam hati.

Ternyata kekayaan tak berbanding lurus dengan kebahagiaan. Banyak orang kaya di dunia ini, tapi mereka tak merasakan kebahagiaan. Tak mudah bagi Green untuk menemukan jawaban tentang tujuan hidup di dunia ini.

Ia mencari jawaban atas pertanyaannya melalui jalur spiritual. Ia sempat berganti-ganti agama untuk mendapatkan jawabannya. Namun, beberapa agama yang sempat disinggahinya tak mampu memberikan jawaban. Di akhir pencariaannya, ia berkenalan dengan Islam.

Hati Green pun terpikat kepada Islam. Agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW itu mampu memberinya jawaban atas pertanyaan yang selalu mengusik kehidupannya. Lantas bagaimanakah Islam menjawab pertanyaan seorang pria bernama Green?

Green terlahir dalam sebuah keluarga yang menganut Katholik Roma. Keluarganya sangat patuh terhadap ajaran agama. Ayahnya seorang tentara dan ibunya adalah seorang polisi di salah satu kota di Inggris.

Kedua orangtuanya bersepakat untuk membesarkan buah hatinya dengan agama nilai-nilai agama. Mereka memasukkan Green ke sekolah asrama Katholik. Sekolah asrama itu cukup terkenal di Inggris. Green pun cukup senang belajar di sekolah tersebut.

Selain menimba pelajaran umum, Green dan murid-murid lainnya harus mengikuti pelajaran, agama seperti membaca Alkitab dan sejarah-sejarah Kristen. Awalnya, tidak ada masalah yang berarti bagi Green ketika belajar di sekolah asrama Katholik itu. Semua mulai berubah, ketika ia berpikir tentang Tuhannya, Yesus.

Green berpendapat sosok Tuhan tidak mungkin bisa mati. Ia juga berpikir bagaimana mungkin seorang Tuhan memiliki seorang ibu. “Kalau Tuhan memiliki ibu, maka ibunya adalah Tuhan dari Tuhan,” pikirnya. Hal ini mengganjal terus hingga ia dewasa.

Ia tidak dapat menerima kenyataan itu. Lalu, Green berusaha mencari tahu mengapa Tuhan memiliki seorang ibu. Akan tetapi, ia tidak menemukan jawaban atas pertanyaannya itu. Orang-orang yang ia tanya tidak dapat menjawabnya.

Mereka hanya meminta Green untuk mempercayai dan mendengarkan apa yang diajarkan padanya. Namun, rasa ingin tahunya lebih besar daripada rasa takutnya. Green tidak mau menyerah. ‘’Apabila orang lain tidak dapat menjawabnya, maka aku akan mencari sendiri jawabannya,’’ ujar Green.



Ketika usianya semakin beranjak dewasa, pertanyaan lain muncul dalam hidupnya. ‘’Apakah yang menjadi tujuan dalam hidup ini? Apakah hidup itu hanya seperti memiliki pekerjaan bagus, hidup yang normal dan indah serta uang yang banyak? Apakah kehidupan itu seperti itu? Lalu bagaimana dengan kematian?’’

Ia amat yakin sekali bahwa kehidupan yang dijalaninya tak semata untuk mengumpulkan uang, memiliki keluarga, dan menjalani kehidupan monoton sepertu yang banyak dilakukan orang sekarang. Green meyakini ada sesuatu yang lebih dari itu.

Karena tidak menemukan jawabannya dalam Katolik yang dianutnya sejak lahir, Green mencoba mencarinya dalam agama Buddha. Ia mencari tentang kehidupan di agama Shidarta Gautama itu.

Green mempelajari banyak hal dalam Buddha. Meskipun banyak orang menganggap Buddha bukanlah sebuah agama, ia menemukan banyak nilai-nilai positif di dalamnya. Akan tetapi ia tidak menemukan adanya Tuhan dalam agama tersebut. “Meski begitu, saya tetap mempercayai adanya Tuhan, karena saya tahu Dia ada,” kata Green.

Buddha mengajarkan bahwa hidup itu adalah penderitaan. Manusia harus mencari jalan keluar sendiri untuk melepaskan diri dari penderitaan dan mencapai nirwana. Green merasa hal ini tidaklah sesuai dengan hatinya. Memang, ia menemukan banyak ajaran-ajaran baik dalam Buddha.

Tapi kalau hidup yang penuh penderitaan? Green harus berpikir ulang. Ajaran Buddha tidak lagi membuat perasaannya tenang dan Green tidak menemukan jawaban dari pertanyaan fundamentalnya: ‘’Mengapa manusia ada di bumi?’’

Tak puas dengan apa yang ia dapatkan di ajaran agama lain, Green sempat memutuskan untuk membuat agamanya sendiri. Ia mengombinasikan agama-agama dan filosofi yang ia pelajari selama ini menjadi satu dan membuatnya menjadi ‘agama Green’.

“Dan masa-masa itu menjadi pengalaman spiritual terburuk dalam hidup saya,” kenangnya.

Karena tidak menemukan kebenaran juga, Green mulai berpikir mungkin memang tidak ada agama yang benar di dunia ini. Mungkin semuanya memang seperti ini adanya dan ia harus menerima itu. Barangkali di dunia ini tidak ada jawaban yang dapat membuatnya paham mengenai apa yang harus manusia lakukan di dunia dan apa tujuan manusia dilahirkan.



 Sempat ia hampir menerima kenyataan bahwa tujuan dalam hidup ini hanyalah mencari uang dan menumpuk kekayaan. Masalahnya, Green bukanlah kaya dan dia belum cukup kaya untuk mencapai ‘tujuan hidup’ yang ia maksud. Ia harus banyak belajar dari orang-orang yang bisa menghasilkan banyak uang.

Ia mengetahui orang Arab sangatlah kaya karena minyak yang dihasilkannya. “Mereka tinggal mengatakan Allahuakbar, lalu uang muncul di depan mereka. Semudah itu,” kata dia.

Terpikir pula olehnya agama yang dianut orang-orang Arab, yakni Islam. Agama ini belum pernah disentuh Green sebelumnya. Karena penasaran, akhirnya Green mempelajari terlebih dahulu agama yang berasal dari Timur Tengah ini, sebelum ia memutuskan untuk menjadi kaya.

Green membeli sebuah terjemahan Alquran di toko buku dan membacanya. Green membacanya berkali-kali dan menemukan ada yang tidak biasa dalam buku tersebut. Green merasa buku ini tidak ditulis oleh sembarang orang. Dari situ Green mulai mempelajari tentang Islam.

Perlahan-lahan ia mulai menyadari bahwa Islam adalah agama yang menjawab semua pertanyaannya. Islam memberinya pedoman dalam kehidupan dan memberikan cahaya pada setiap jalan yang ia tempuh.

Islam juga menjawab pertanyaan Green mengenai Tuhan. Tuhan adalah satu dan ia tidak memiliki ibu juga tidak mati. Tuhan adalah pencipta seluruh alam dan melalui para nabi Tuhan menyampaikan apa yang perlu manusia lakukan di dunia dan apa yang tidak boleh mereka lakukan.

“Saya menyadari buku ini berasal dari Tuhan. Dia telah memberikan jawaban atas pertanyaan saya selama ini.” Ia juga menemukan jawaban atas tujuan hidup di dunia ini, yakni untuk beribadah dan menyembang Sang Khalik, demi mendapat kehidupan yang abadi di Hari Akhir.

Kini, Green berkhidmat dalam Islam. Ia mempelajari Islam dan menyebarkannya. Dakwah adalah jalan hidupnya.

JANGAN BERSELARAS DENGAN WATAK BURUK

SUFINEWS.COM. Syeikh Abdul Qadir Al-Jilany 17 Ramadhan, tahun 545, H. di Madrasahnya

Allah Azza wa-Jalla telah memilih kefakiran bagimu. Tetapi engkau memilih kaya. Ingatlah Allah Azza wa-Jalla memberikan pilihan padamu tetapi anda tidak suka. Sesungguhnya yang tidak menyukai pilihan Allah Azza wa-Jalla adalah nafsumu, hawa nafsumu, watakmu, syetanmu dan sahabat-sahabat burukmu, semua itu tidak pernah menyukai pilihan Allah Azza wa-Jalla.

Karena itu anda jangan berselaras dengan mereka (nafsu, watak, syetan dan sahabat buruk), jangan berpaling kepada mereka, jangan pula mengikuti jejak kontra mereka dan kebencian mereka kepada Tuhanmu Azza wa-Jalla.

Dengarkan apa yang diperintahkan oleh sirr maupun qalbu, karena keduanya selalu memerintahkan kebajikan dan mencegah keburukan.

Relalah dengan rasa fakir anda, karena kerelaan itu menunjukkan rasa cukupmu kepada Allah Azza wa-Jalla yang nyata, merasa cukup dengan perlindunganNya, yang anda tidak akan mampu, karena ketika Dia membuat kemampuan padamu engkau pasti menang. Jika tidak akan muncul kehancuran padamu melalui maksiat kepadaNya. Bila Dia memfakirkan dan melemahkan dirimu, engkau pasti menang. Karena jika tidak, pasti jelas, bahwa Dia melindungimu dari maksiat-maksiat padaNya.

Bila anda sabar pada pilihanNya, anda mendapatkan pahala yang tidak terbilang, siapa pun di muka bumi tak bisa menghitungnya termasuk anda. Hanya saja anda ini tergesa-gesa. Orang yang tergesa-gesa tidak akan meraih apa-apa. Siapa yang berhasrat pada serba tergesa-gesa ia bersama syetan dan jauh dari Ar-Rahmaan. Bila anda tergesa-gesa, anda termasuk pasukan syetan dan bersama syetan. Tetapi pila anda kokoh, beradab dan sabar, anda adalah pasukan Allah Yang Maha Pengasih dan bersamaNya.

Hakikat taqwa itu menjalankan apa yang diperintah Allah Azza wa-Jalla dan meninggalkan perintah untuk meninggalkannya, sabar atas tindakanNya, bagian-bagian takdirNya dan semua bencanaNya dan cobaanNya.

Padahal anda secara total adalah makhluk, nafsu, sirna tiada, dan watak. Tak ada kebajikan di mata Allah Azza wa-Jalla maupun di mata kaum ‘arifin bagi anda. Anda sungguh tergolong gila jika dibanding orang yang berakal sehat. Bila kegilaannya penuh dan gila menyimpang dari Allah Azza wa-Jalla, ia justru akan hancur sulit untuk keluar dari gilanya. Gerak adalah awal mula, dan diam adalah akhirnya, hilanglah sakit dan hikmah menyertainya.

Anak-anak sekalian, sebaliknya anda ini malah kosong dari akhirat dan dipenuhi dunia, kondisimu penuh dengan kepentinganmu dan jauh dari kepentingan orang-orang saleh dan para wali. Anda pun berpisah dengan majlis orang-orang saleh, malah anda merasa cukup dengan pandanganmu sendiri. Padahal siapa yang hanya merasa cukup dengan pandangannya sendiri bisa sesat. Tak satu pun orang alim kecuali ingin bertambah ilmunya, dan tak ada satu pun orang alim kecuali orang lain lebih pandai dari dirinya. Allah azza wa-Jalla berfirman: “Dan kalian tidak diberi ilmu kecuali hanya sedikit sekali.” (Q.S. Al-Isra’:85)
  Kalian harus berpegang teguh pada Jumhur Ulama’ dan mayoritas besar dengan serius. Anda harus mengikuti mereka dan jangan berpisah dengan mereka, karena itulah obatnya thariqah.

Nabi Saw, bersabda: “Ikutlah jejak dan jangan membuat bid’ah, maka kalian akan dicukupi.”

Inilah thariqah. Jangan melakukan penempuhan atau suluk dengan kesertaan hawa nafsu. Namun harus dengan aturan dan amal, meninggalkan upaya dan kekuatan diri, meninggalkan sikap keras kepala, dan berpasrah total, melemparkan diri, meninggalkan sikap tergesa-gesa, dan lebih hati-hati. Hal ini tidak bisa tiba hanya dengan sikap ketergesaanmu, membutuhkan ikatan dan tokoh-tokoh pembimbing, kesabaran, pertolongan, dan mujahadah.

Hendaknya dalam penempuhan itu anda berguru pada sebagian penguasa ma’rifat agar me-ma’rifat-kan anda, dan membebaskan beban hidup anda. Anda berjalan di kendaraannya, dan jika anda lelah dan letih, maka ia memerintahkan agar beban-bebanmu di lepas di belakangnya. Bila anda tergolong pecinta, anda akan dinaikkan di belakangnya. Namun bila anda disayang, ia akan menaikkan dirimu pada kendaraannya dalam pencerahan lampunya, dan ia naik di belakangmu. Siapa yang merasakan ini, ia akan mengenalnya.

Duduk dengan kalangan yang ahli sangat nikmat, tetapi duduk dengan kalangan pendusta yang penuh tipudaya dan munafik sungguh menyiksa. Engkau harus tetap waspada kepada Allah Azza wa-Jalla, dan menuntut dirimu memenuhi kewajiban Allah Azza wa-Jalla, dan memenuhi hak-hak makhluk.

Bila anda ingin meraih kebajikan dunia dan akhirat, maka waspadailah Pengetahuan Allah Azza wa-Jalla dalam dirimu, dan tuntutlah dirimu untuk melaksanakan amaliah, mengikuti perintah Allah Azza wa-Jalla dan mencegahnya dari tumpukan dosa maksiat padaNya. Hendaknya anda disiplin dengan kesabaran ketika bencana tiba, dan ridho terhadap ketentuan dan takdir, serta bersyukur ketika nikmat tiba. Bila anda melakukan ini semua, segala hambatan akan sirna, dan keteguhan bersanding dengan Allah Azza wa-Jalla akan berlangsung, anda mendapatkan Sahabat di jalan, dan Penolong, disamping anda akan menemukan kekayaan ruhani yang menyertai anda di mana pun anda menghadap.

Jangan peduli dimana anda, dimana anda bertempat. Karena setiap anda gugur, anda menemukan hikmah, ilmu, ketentuan, manusia, jin, malaikat yang membantu anda. Semuanya takut padamu karena takutmu kepada Allah Azza wa-Jalla, dan semuanya memberimu karena kepatuhanmu kepada Allah Azza wa-Jalla. Siapa yang takut kepada Allah Azza wa-Jalla, segalanya akan takut padanya. Siapa yang tidak takut kepada Allah Azza wa-Jalla, segalanya jadi ancaman baginya. Siapa yang berbakti kepada Allah A zza wa-Jalla, segalanya berbakti kepadanya. Karena Dia tidak pernah menelantarkan amal hambaNya sedikit pun. Sebagaimana Sabda Nabi Saw.:

“Sebagaimana anda berbuat maka anda akaln dibalas.”
“Sebagaimana keadaan kalian, maka kalian akan diberi limpahan kemampuan.”

Ya Allah, berilah amal pada kami melalui kemuliaanMu dan kebajikanMu serta ampunanMu dan kasih sayangMu pada kami di dunia dan akhirat. Dan berikanlah kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat, dan lindungi kami dari azab neraka.”

Jumat, 12 Agustus 2011

Rela terhadap semua keputusan ALLAH

Ibnu Umar ra berkata, “Ketika Nabi saw sedang duduk di samping Abu Bakar ra yang memakai pakaian berlobang di dadanya, Jibril datang dan menyampaikan salam dari ALLAH kepada Nabi saw. Kemudian Jibril bertanya kepada Beliau, “Ya Roosulullah, apakah sebabnya Abu Bakar berpakaian yang berlobang di dadanya?” Jawab Nabi saw, “Hai Jibril, Abu Bakar telah menghabiskan hartanya untukku sebelum penakhlukan kota Mekkah”
Tanya Jibril, “Sampaikan salam ALLAH baginya dan tanyakan apakah dia rela ataukah dia marah dengan keadaan fakir seperti ini?”
Kemudian Nabi saw menoleh kepada Abu Bakar dan berkata, “Hai Abu Bakar, Jibril datang menyampaikan salam ALLAH padamu dan dia bertanya apakah kamu rela ataukah kamu tidak rela terhadap kefakiranmu ini?”
Kemudian Abu Bakar menangis mendengar pertanyaan yang sedemikian itu sambil berkata, “Apakah aku tidak rela kepada putusan ALLAH” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)

Rela menderita penyakit agar diampuni ALLAH

Nabi Muhammad saw bersabda, “Setiap musibah yang menimpa diri seorang mukmin akan menghapuskan segala macam dosanya (jika bersabar)”
Ubay bin Kaab ra bertanya, “Ya Rosulullah bagaimanakah pandanganmu terhadap penyakit yang menimpa diriku ini?”
Jawab Nabi saw, “Penyakit itu akan menghapuskan segala dosamu”.
Tanya Ubay, “Walaupun sakit kecil?”
Jawab Nabi saw, “walaupun hanya terkena duri ataupun lebih”.
Kemudian Ubay berdoa, “Ya ALLAH, janganlah Engkau hilangkan penyakit panas dari badanku sampai aku wafat, dan jangan Engkau halangi aku dari sholat, puasa, haji, umroh dan dari jihad dengan penyakit panas ini”.
Doa Ubay terkabul sehingga Ubay selalu sakit panas sampai matinya sedangkan dia tiodak pernah meninggalkan shalat, puasa, haji, umroh dan jihad” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)



Menutup telinga ketika mendengar musik

Nafi meriwayatkan, “Aku bepergian bersama Abdullah bin Umar ra. Tiba-tiba dia mendengar seruling gembala dan langsung menutup telinganya dengan jemari, kemudian menyingkir dari jalan.  Tidak henti-hentinya dia bertanya, “Nafi, apakah kamu mendengar (suara seruling itu)?”. Aku menjawab, “Tidak”. Lalu dia melepas jemarinya dari telinga, kemudian keluar menuju jalan tersebut sambil berkata, “Demikianlah aku melihat Rosulullah saw melakukannya” (HR Abu Dawud)

Keadaan lapar adalah lebih baik

Ibnu Mas’ud berkata, “Pernah ketika Nabi saw melihat pada wajah para sahabat yang sedang menanggung lapar, beliau bersabda, “Bergembiralah kamu sekalian karena pada suatu waktu kelak setiap orang dari kamu dapat makan sebaki makanan dan akan ditambah lagi sebanyak itu”.
Jawab para sahabat, “Ya Rosulullah, kalau begiotu kami pada waktu itu akan lebih keadaannya dari sekarang”.
Jawab Nabi saw, “Bahkan kamu sekarang (kelaparan) adalah lebih baik daripada waktu yang akan datang (kaya)” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)

Besarnya Pahala Taat Kepada Suami



Nabi Muhammad saw bersabda, “Taat pada suami dan menjalankan perintah suami dapat menyamai pahala jihad fisabilillah, namun banyak dari kaum wanita yang tidak mau taat kepada suaminya” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)