Ibnu Umar ra berkata, “Ketika Nabi saw sedang duduk di samping Abu Bakar ra yang memakai pakaian berlobang di dadanya, Jibril datang dan menyampaikan salam dari ALLAH kepada Nabi saw. Kemudian Jibril bertanya kepada Beliau, “Ya Roosulullah, apakah sebabnya Abu Bakar berpakaian yang berlobang di dadanya?” Jawab Nabi saw, “Hai Jibril, Abu Bakar telah menghabiskan hartanya untukku sebelum penakhlukan kota Mekkah”
Tanya Jibril, “Sampaikan salam ALLAH baginya dan tanyakan apakah dia rela ataukah dia marah dengan keadaan fakir seperti ini?”
Kemudian Nabi saw menoleh kepada Abu Bakar dan berkata, “Hai Abu Bakar, Jibril datang menyampaikan salam ALLAH padamu dan dia bertanya apakah kamu rela ataukah kamu tidak rela terhadap kefakiranmu ini?”
Kemudian Abu Bakar menangis mendengar pertanyaan yang sedemikian itu sambil berkata, “Apakah aku tidak rela kepada putusan ALLAH” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)
Jumat, 12 Agustus 2011
Rela menderita penyakit agar diampuni ALLAH
Nabi Muhammad saw bersabda, “Setiap musibah yang menimpa diri seorang mukmin akan menghapuskan segala macam dosanya (jika bersabar)”
Ubay bin Kaab ra bertanya, “Ya Rosulullah bagaimanakah pandanganmu terhadap penyakit yang menimpa diriku ini?”
Jawab Nabi saw, “Penyakit itu akan menghapuskan segala dosamu”.
Tanya Ubay, “Walaupun sakit kecil?”
Jawab Nabi saw, “walaupun hanya terkena duri ataupun lebih”.
Kemudian Ubay berdoa, “Ya ALLAH, janganlah Engkau hilangkan penyakit panas dari badanku sampai aku wafat, dan jangan Engkau halangi aku dari sholat, puasa, haji, umroh dan dari jihad dengan penyakit panas ini”.
Doa Ubay terkabul sehingga Ubay selalu sakit panas sampai matinya sedangkan dia tiodak pernah meninggalkan shalat, puasa, haji, umroh dan jihad” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)
Ubay bin Kaab ra bertanya, “Ya Rosulullah bagaimanakah pandanganmu terhadap penyakit yang menimpa diriku ini?”
Jawab Nabi saw, “Penyakit itu akan menghapuskan segala dosamu”.
Tanya Ubay, “Walaupun sakit kecil?”
Jawab Nabi saw, “walaupun hanya terkena duri ataupun lebih”.
Kemudian Ubay berdoa, “Ya ALLAH, janganlah Engkau hilangkan penyakit panas dari badanku sampai aku wafat, dan jangan Engkau halangi aku dari sholat, puasa, haji, umroh dan dari jihad dengan penyakit panas ini”.
Doa Ubay terkabul sehingga Ubay selalu sakit panas sampai matinya sedangkan dia tiodak pernah meninggalkan shalat, puasa, haji, umroh dan jihad” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)
Menutup telinga ketika mendengar musik
Nafi meriwayatkan, “Aku bepergian bersama Abdullah bin Umar ra. Tiba-tiba dia mendengar seruling gembala dan langsung menutup telinganya dengan jemari, kemudian menyingkir dari jalan. Tidak henti-hentinya dia bertanya, “Nafi, apakah kamu mendengar (suara seruling itu)?”. Aku menjawab, “Tidak”. Lalu dia melepas jemarinya dari telinga, kemudian keluar menuju jalan tersebut sambil berkata, “Demikianlah aku melihat Rosulullah saw melakukannya” (HR Abu Dawud)
Keadaan lapar adalah lebih baik
Ibnu Mas’ud berkata, “Pernah ketika Nabi saw melihat pada wajah para sahabat yang sedang menanggung lapar, beliau bersabda, “Bergembiralah kamu sekalian karena pada suatu waktu kelak setiap orang dari kamu dapat makan sebaki makanan dan akan ditambah lagi sebanyak itu”.
Jawab para sahabat, “Ya Rosulullah, kalau begiotu kami pada waktu itu akan lebih keadaannya dari sekarang”.
Jawab Nabi saw, “Bahkan kamu sekarang (kelaparan) adalah lebih baik daripada waktu yang akan datang (kaya)” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)
Jawab para sahabat, “Ya Rosulullah, kalau begiotu kami pada waktu itu akan lebih keadaannya dari sekarang”.
Jawab Nabi saw, “Bahkan kamu sekarang (kelaparan) adalah lebih baik daripada waktu yang akan datang (kaya)” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)
Besarnya Pahala Taat Kepada Suami
Nabi Muhammad saw bersabda, “Taat pada suami dan menjalankan perintah suami dapat menyamai pahala jihad fisabilillah, namun banyak dari kaum wanita yang tidak mau taat kepada suaminya” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)
Jumat, 08 Juli 2011
Semua doa akan dikabulkan ALLAH
Saudaraku tercinta, ketauhilah bahwa pada hari Kiamat ALLAH akan mendatangi seorang hamba, kemudian DIA akan berkata, “Sesungguhnya, tidaklah kamu berdoa kepada-KU dengan suatu doa kecuali AKU telah mengabulkannya untukmu. Apakah kamu ingat doa yang ini?”
Si hamba menjawab, “Ya, ya Tuhanku”
ALLAH berfirman kepadanya, “AKU telah benar-benar mengabulkannya untukmu didunia, bukankah begitu?”
Si hamba menjawab, “Benar, ya Tuhanku”
ALLAH bertanya kepadanya, “Apakah kamu masih ingat akan doa yang ini?”
Si hamba menjawab, “Ya, ya Tuhanku”
ALLAH bertanya lagi, “Aku belum mengabulkannya untukmu di dunia, bukankah begitu?”
Si hamba menjawab, “Benar, ya Tuhanku. Dulu, aku berharap dapat menikahi si fulanah. Aku berharap dapat kuliah di falkutas anu, aku berharap dapat bekerja di perusahaan anu, dan seterusnya..”
Kemudian ALLAH berfirman kepadanya, “AKU benar-benar telah membiarkan hal itu (dan menggantinya) untukmu dengan kebaikan ini, ini, dan ini di surga. Sehingga, seorang mukmin akan menduga bahwa ALLAH belum mengabulkan doanya di dunia”. (Meraih Kenikmatan Ibadah, 2006)
Si hamba menjawab, “Ya, ya Tuhanku”
ALLAH berfirman kepadanya, “AKU telah benar-benar mengabulkannya untukmu didunia, bukankah begitu?”
Si hamba menjawab, “Benar, ya Tuhanku”
ALLAH bertanya kepadanya, “Apakah kamu masih ingat akan doa yang ini?”
Si hamba menjawab, “Ya, ya Tuhanku”
ALLAH bertanya lagi, “Aku belum mengabulkannya untukmu di dunia, bukankah begitu?”
Si hamba menjawab, “Benar, ya Tuhanku. Dulu, aku berharap dapat menikahi si fulanah. Aku berharap dapat kuliah di falkutas anu, aku berharap dapat bekerja di perusahaan anu, dan seterusnya..”
Kemudian ALLAH berfirman kepadanya, “AKU benar-benar telah membiarkan hal itu (dan menggantinya) untukmu dengan kebaikan ini, ini, dan ini di surga. Sehingga, seorang mukmin akan menduga bahwa ALLAH belum mengabulkan doanya di dunia”. (Meraih Kenikmatan Ibadah, 2006)
7 Golongan yg Tidak Disucikan di Hari Kiamat
Rosulullah saw bersabda, “Ada tujuh golongan yang tidak akan dilihat (dengan rahmat) di hari kiamat dan tidak DIA sucikan. DIA berfirman kepada mereka, “Masuklah ke neraka bersama penghuninya yaitu pelaku homoseks, pelaku onani, orang yg menyetubuhi binatang, bersetubuh dg wanita di lubang belakangnya (dubur), lelaki yang bersetubuh dengan seorang wanita dan sekaligus anak wanitanya, orang yg berzina dengan istri sah tetangganya, dan orang yang menyakiti tetangganya sehingga dia melaknatnya” (HR ath-Thabrani)
Orang yg Hidup Boros Tamannya Setan
Orang yg Hidup Boros Neraka Tempatnya
Sesungguhnya orang yang boros adalah teman-teman setan, dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.(Al Israa' 27)
Sesungguhnya orang yang boros adalah teman-teman setan, dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.(Al Israa' 27)
Senin, 06 Juni 2011
Jangan membuka aib orang lain
Ada seorang laki-laki datang menghadap Umar bin Khattab, “Di masa jahiliah aku mempunyai seorang putrid yg dulunya pernah aku kubur hidup-hidup sewaktu ia masih kecil. Tetapi sebelum ia meninggal aku sempat mengeluarkan kembali dan ketika kami masuk Islam maka ia pun ikut masuk islam bersamaku. Kemudian ia berzina sehingga ia terkena hokum ALLAH. Maka aku ambilkan sebuah pisau agar ia menyembelih dirinya sendiri. Ketika ia telah melukai dirinya, maka aku kasihan kepadanya sehingga aku selamatkan ia. Kemudian ia segera bertobat dengan tobat yang sesungguhnya. Ketika ia dipinang oleh seorang lelaki, maka aku kabarkan segala yang pernah dialaminya.
Jawab Umar, “Mengapa engkau sengaja memberitahukan kepada orang lain tentang rahasia-rahasia yang telah ditutupi oleh ALLAH. Andaikata engkau beritakan kepada salah seorang pun tentang pengalaman pahitnya yang dialaminya tadi, pasti akan aku cambuk engkau di depan umum agar dijadikan pelajaran bagi orang lain. Sebaiknya segera engkau nikahkan ia dengan orang yang baik sebab ia adalah seorang wanita yang baik”.
Rosulullah saw bersabda, “Barangsiapa menutupi keburukan seorang muslim, maka ia seperti seorang yang telah menyelamatkan jiwa seorang anak kecil yang dikubur hidup-hidup oleh ayahnya” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)
Jawab Umar, “Mengapa engkau sengaja memberitahukan kepada orang lain tentang rahasia-rahasia yang telah ditutupi oleh ALLAH. Andaikata engkau beritakan kepada salah seorang pun tentang pengalaman pahitnya yang dialaminya tadi, pasti akan aku cambuk engkau di depan umum agar dijadikan pelajaran bagi orang lain. Sebaiknya segera engkau nikahkan ia dengan orang yang baik sebab ia adalah seorang wanita yang baik”.
Rosulullah saw bersabda, “Barangsiapa menutupi keburukan seorang muslim, maka ia seperti seorang yang telah menyelamatkan jiwa seorang anak kecil yang dikubur hidup-hidup oleh ayahnya” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)
Menutupi aib seorang muslim
Abil Hatsam bercerita, “Aku pernah berkata kepada Uqbah bin Amir bahwa ada tetanggaku yang suka minum-minuman keras. Dan aku ingin melaporkan kejadian ini kepada polisi agar polisi menangkap mereka”. Kata Uqbag, “Jangan engkau melakukan hal itu. Sebaiknya berilah nasehat yang baik kepada mereka agar mereka bertobat”. Kataku, “Aku telah sering memberi nasehat kepada mereka tapi tidak mau menyadarinya sehingga ingin aku laporkan keadaan mereka kepada polisi”. Jawab Uqbah, “Jangan kau lakukan hal itu, sebab aku mendengar Rosulullah saw bersabda, “Barangsiapa menutupi keburukan seorang muslim, maka ia seperti seorang yang telah menyelamatkan jiwa seorang anak kecil yang dikubur hidup-hidup oleh ayahnya” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)
Langganan:
Postingan (Atom)